Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Senin 08 September 2025, Paus Leo IV, Maria, santa Perawan Maria, Pesta Kelahiran Maria
Ilustrasi

Senin Pekan Biasa XXIII
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Warna Liturgi:
Putih

Bacaan I: Mikha 5:1-4a

Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan.

Bacaan dari Nubuat Mikha:

Beginilah firman Tuhan: “Hai Betlehem di wilayah Efrate, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab.6cd; R:Yes 61:10

Aku bersukacita dalam Tuhan.

  • Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
  • Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Bait Pengantar Injil:

Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita.

Bacaan Injil: Matius 1:1-16.18-23

Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia. Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, mEleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. “Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria dirayakan sebagai peristiwa iman. Allah memilih seorang pribadi dan mempersiapkannya dengan begitu rupa sehingga ia dapat hidup dalam rahmat dan kekudusan sejak awal, yang layak menjadi ibu Yesus; mengatasi segala garis keturunan dan dosa. Selain kekudusan adalah sebuah anugerah, kekudusan juga membutuhkan tanggapan Maria sendiri. Maria memutuskan untuk hidup kudus dan menyerahkan diri pada karya keselamatan Allah yang terkadang tidak seperti yang direncanakannya.

Melalui pesta ini, kita dapat belajar bahwa menjaga dan memelihara kekudusan adalah sebuah rahmat dan keputusan kita; kekudusan hidup tidak ditentukan oleh sejarah para pendahulu kita atau keluarga kita atau bagaimana kita dilahirkan. Benar bahwa kita mewarisi sifat-karakter, pola hidup dari pendahulu kita. Namun, kitalah yang mengelolanya untuk kepentingan masa depan kita. Kita membuat sejarah hidup kita secara baru, dan sejarah itu adalah sejarah Allah yang berkenan memilih dan mengerjakan karya-Nya melalui kita, sampai peran kita menjadi paripurna.

Ya Bapa, semoga seperti Bunda Maria, kami senantiasa menjaga hidup dalam kekudusan dan membuat
sejarah-Mu menjadi sejarah hidup kami, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR