Hari Sabtu, Pekan Biasa XXV
Pw. St. Hieronimus – Imam & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Zakharia 8:20-23
Banyak bangsa akan datang mencari Tuhan di Yerusalem.
Bacaan dari Nubuat Zakharia:
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota masih akan datang. Penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain dan mengatakan, ‘Marilah kita pergi untuk melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam!’ Kami pun akan pergi! Jadi banyak bangsa dan suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan.”
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata, ‘Kami mau pergi menyertai kamu, sebab kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu’!”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 87:1-3.4-5.6-7; R:Za 8:23
Allah beserta kita.
- Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.
- Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan: “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan: “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
- Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung: “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”
Bait Pengantar Injil: Mrk. 10:45
Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Bacaan Injil: Lukas 9:51-56
Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Diutusnya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?”
Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa lain.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Rencana perjalanan Yesus ke Yerusalem melewati Samaria ditolak oleh orang-orang Samaria. Penolakan ini dikuatkan juga oleh sikap permusuhan yang muncul antara orang Samaria dengan orang Yahudi. Oleh karena itu, mereka menolak rencana Yesus ke Yerusalem dan tidak mau menerima Dia melewati Samaria. Berhadapan dengan penolakan itu, Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya untuk menerima penolakan itu tanpa sikap memusuhi. Mereka pun melalui tempat yang lain.
Sikap orang Samaria bisa menjadi sikap kita juga ketika sahabat dan orang dekat kita memilih untuk menanggung risiko atas kebenaran dan kejujuran yang dia perjuangkan. Usulan kita tentu saja adalah ”lebih baik menghindar daripada melawan atau setor nyawa”, apalagi ketika kita tahu bahwa sahabat kita tidak mempunyai dukungan apa pun. Alangkah baiknya jika kita mendukung mereka untuk memperjuangkan kebenaran dan kebaikan. Dukungan itu kita ungkapkan dengan ada bersama-sama mereka dan berjuang bersama mereka dengan berbagai cara.
Beberapa kisah di negara kita mengajak kita untuk menyadari bahwa terkadang kuasa kejahatan membungkam kebenaran. Namun, jika kebenaran itu didukung oleh masyarakat besar, kebenaran itu akan bersuara lebih lantang dan membawa buah yang baik.
Ya Bapa, ajarilah kami untuk peduli kepada mereka yang memperjuangkan kebenaran dan kebaikan, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

