Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXVI, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Rabu 01 Oktober 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Rabu, Pekan Biasa XXVI
Pesta St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus – Perawan & Pujangga Gereja
St. Remigius
St. Romanus dari Italia
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: Yesaya 66:10-14c

Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang pernah berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1.2.3

Allah beserta kita.

  • Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
  • Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
  • Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Mat 11:25

Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil: Matius 18:1-5

Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Injil hari ini mengajak kita untuk selalu mengevaluasi diri dan belajar bersikap rendah hati seperti anak-anak kecil yang polos dalam berpikir, bertutur kata, dan berperilaku. Sikap anak-anak kecil mencerminkan kejujuran dan kepolosan, jauh dari kepura-puraan dan kemunafikan. Anak kecil juga selalu tergantung pada belas kasih orang tuanya. Dalam beriman kepada Allah, Yesus mengajak kita untuk bersikap seperti anak-anak kecil; jujur, polos, jauh dari kemunafikan dan kepura-puraan. Kita mesti menggantungkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Dengan rendah hati, kita mengakui segala kelemahan dan dosa kita serta senantiasa mengharapkan belas kasih dan kerahiman-Nya. Kita berserah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah.

Kepasrahan kepada Allah itu tampak nyata dalam hidup Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang kita rayakan pada hari ini. Dalam salah satu doanya ketika dia masih berusia tujuh tahun, ia menyerahkan dirinya kepada Yesus dan meminta Dia menjadikan dirinya sebagai mainan Yesus. Sebagai mainan, ia mempersilakan Yesus memperlakukan dirinya sesuai kehendak Yesus sebagai pemilik mainan. Ia rela dibanting, ditendang ke sana kemari, bahkan mungkin ditinggalkan di sebuah pojok ruangan sebagai mainan yang tidak berguna. Bagaimana dengan kita? Maukah kita menjadi seperti anak kecil yang dikisahkan dalam Injil dan menjadi seperti Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang pestanya kita rayakan pada hari ini?

Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi seperti anak-anak kecil yang senantiasa jujur dan polos dalam bersikap dan bertutur kata. Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, doakanlah kami, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR