Hari Kamis, Pekan Biasa XXVI
Pw Para Malaikat Pelindung
St. Luger/Lutgar
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Keluaran 23:20-23a
Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.
Bacaan dari Kitab Keluaran:
Inilah firman Tuhan, “Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 91:1-2.3-4.5-6.10-11; R:11
Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.
- Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
- Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.
- Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
- Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Bait Pengantar Injil: Mzm 103:21
Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.
Bacaan Injil: Matius 18:1-5.10
Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa, datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Injil hari ini mengajak kita untuk selalu mengevaluasi diri dan belajar bersikap rendah hati seperti anak-anak kecil yang polos dalam berpikir, bertutur kata, dan berperilaku. Sikap anak-anak kecil mencerminkan kejujuran dan kepolosan, jauh dari kepura-puraan dan kemunafikan. Anak kecil juga selalu tergantung pada belas kasih orang tuanya. Dalam beriman kepada Allah, Yesus mengajak kita untuk bersikap seperti anak-anak kecil; jujur, polos, jauh dari kemunafikan dan kepura-puraan. Kita mesti menggantungkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Dengan rendah hati, kita mengakui segala kelemahan dan dosa kita serta senantiasa mengharapkan belas kasih dan kerahiman-Nya. Kita berserah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah.
Kepasrahan kepada Allah itu tampak nyata dalam hidup Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang kita rayakan pada hari ini. Dalam salah satu doanya ketika dia masih berusia tujuh tahun, ia menyerahkan dirinya kepada Yesus dan meminta Dia menjadikan dirinya sebagai mainan Yesus. Sebagai mainan, ia mempersilakan Yesus memperlakukan dirinya sesuai kehendak Yesus sebagai pemilik mainan. Ia rela dibanting, ditendang ke sana kemari, bahkan mungkin ditinggalkan di sebuah pojok ruangan sebagai mainan yang tidak berguna. Bagaimana dengan kita? Maukah kita menjadi seperti anak kecil yang dikisahkan dalam Injil dan menjadi seperti Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang pestanya kita rayakan pada hari ini?
Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi seperti anak-anak kecil yang senantiasa jujur dan polos dalam bersikap dan bertutur kata. Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, doakanlah kami, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

