Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXVI, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Jumat 03 Oktober 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Jumat, Pekan Biasa XXVI
St. Fransiskus Borgia
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Barakuh 1:15-22

Kami telah berdosa terhadap Tuhan dan tidak taat.

Bacaan dari Kitab Barukh:

Katakanlah begini: pada hari ini menjadi nyata keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan kejahatan pada kami, sebagaimana halnya sekarang ini, yaitu pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami.

Semenjak Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir sampai dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya, Tuhan telah kami alpakan karena kami tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahi suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya sekarang ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan sabda para nabi yang telah diutus Tuhan kepada kami. Bahkan kami telah berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 79:1-2.3-5.8-9; R:9ac

Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami.

  • Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
  • Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemooh orang sekitar. Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau murka terus-menerus? Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
  • Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  • Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab

Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Bacaan Injil: Lukas 10:13-16

Barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa Yesus bersabda, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Sebab seandainya di Tirus dan Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengahmu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Maka pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu.

Dan engkau, Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati. Barangsiapa mendengarkan kalian, ia mendengarkan Daku; dan barangsiapa menolak kalian, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus mengatakan bahwa celakalah orang-orang Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum yang tidak bertobat. Padahal, telah diutus kepada mereka murid dan rasul untuk mewartakan Injil Kerajaan Surga. Bahkan, Yesus sendiri berkarya, mengajar, dan melakukan banyak tanda heran bagi mereka.

Warta keselamatan Tuhan disampaikan kepada semua orang dan segala bangsa. Mereka yang membuka hati dan menerima pewartaan itu akan mengalami keselamatan karena mereka bertobat dan membangun hidup baru dalam terang Sabda Tuhan. Sebaliknya, mereka yang menutup hati dan tidak mendengarkan warta keselamatan itu akan binasa karena dosa-dosa mereka.

Dengan banyak cara, Tuhan mengunjungi kita serta menyampaikan warta pertobatan dan keselamatan. Memang, terkadang hal itu akan mengganggu kenyamanan dan kemapanan dalam bersikap dan bertindak. Akan tetapi, itu justru akan membawa sukacita dan keselamatan jika kita peka mendengarkan dan membuka hati untuk menerima. Sebaliknya, kita akan tetap tinggal dalam kegelapan dosa apabila kita tidak mendengarkan dan mengupayakan pertobatan.

Tuhan, bukalah hati kami untuk menerima kabar keselamatan yang Engkau wartakan. Semoga kami mampu membarui diri dengan membangun cara hidup yang lebih baik, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR