VATIKAN-MIRIFICA.NET. Kamis, 26 Maret 2026, suasana hangat menyelimuti Gedung KBRI Vatikan. Di tengah nuansa penuh persahabatan itu, diluncurkan sebuah buku istimewa: 75 Tahun Relasi Diplomatik Indonesia dan Tahta Suci. Bukan sekadar peluncuran buku, momen ini menjadi perayaan perjalanan panjang yang ditenun oleh dialog, saling pengertian, dan harapan bersama.
Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci, Michael Trias Kuncahyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa buku ini merekam kisah relasi yang tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga penuh keindahan nilai kemanusiaan. Relasi antara Indonesia dan Tahta Suci, menurutnya, adalah kisah tentang kepercayaan yang dibangun dari waktu ke waktu—tentang bagaimana dua entitas yang berbeda latar belakang dapat berjalan bersama dalam semangat yang sama.
Dari pihak Vatikan, Sekretaris Negara, Mons. John David Putzer, menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai bangsa besar, bukan hanya karena luas wilayahnya, tetapi karena kemampuannya merajut persatuan di tengah keberagaman pulau, budaya, dan manusia. Dalam refleksinya, ia menekankan bahwa dialog adalah kekuatan sejati—daya perekat yang memungkinkan perbedaan tidak menjadi jurang, melainkan jembatan.
Peluncuran buku ini pun menjadi simbol bahwa relasi Indonesia dan Tahta Suci tidak berhenti pada catatan sejarah, melainkan terus hidup dan berkembang. Setiap halaman buku seakan menghidupkan kembali jejak langkah persahabatan yang telah dibangun selama 75 tahun—dari masa ke masa, dari generasi ke generasi.
Acara ditutup dengan pembagian buku kepada para peserta yang hadir. Namun lebih dari sekadar membawa pulang sebuah karya, setiap orang yang hadir membawa serta pesan yang sama: bahwa dialog, persaudaraan, dan rasa saling menghormati adalah fondasi yang akan terus menjaga relasi ini tetap kokoh di masa depan. *Mo Goeng
Galeri Foto



Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
