Mirifica.net, Vatikan — Paus Leo XIV menyetujui pembentukan Komisi Antar-Dikasteri tentang Kecerdasan Buatan sebagai bagian dari perhatian Gereja terhadap perkembangan pesat teknologi AI dan dampaknya bagi martabat manusia. Keputusan ini tertuang dalam Rescriptum ex Audientia Sanctissimi yang dipublikasikan Tahta Suci pada 16 Mei 2026.
Dalam reskrip tersebut, Paus Leo XIV menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan dalam beberapa dekade terakhir, termasuk percepatan penggunaannya secara luas, perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi manusia dan umat manusia secara keseluruhan. Gereja, demikian ditegaskan dalam dokumen itu, memiliki keprihatinan khusus terhadap martabat setiap pribadi manusia, terutama dalam kaitannya dengan pembangunan manusia yang integral.
Komisi ini dibentuk oleh Kardinal Michael Czerny, S.I., Prefek Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Seutuhnya, setelah memperoleh persetujuan Paus dalam audiensi pada 3 Mei 2026. Pembentukan komisi dilakukan sesuai dengan Pasal 28 § 5 Konstitusi Apostolik Praedicate Evangelium.
Komisi Antar-Dikasteri tentang Kecerdasan Buatan akan melibatkan perwakilan dari Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Seutuhnya, Dikasteri untuk Ajaran Iman, Dikasteri untuk Kebudayaan dan Pendidikan, Dikasteri untuk Komunikasi, Akademi Kepausan untuk Kehidupan, Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengetahuan, serta Akademi Kepausan untuk Ilmu Sosial.
Untuk tahap awal, koordinasi komisi dipercayakan kepada Dikasteri untuk Memajukan Pembangunan Manusia Sutuhnya selama satu tahun dan dapat diperpanjang. Lembaga koordinator bertugas memfasilitasi kerja sama serta pertukaran informasi di antara para anggota terkait kegiatan, proyek, dan kebijakan penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan Tahta Suci.
Langkah ini semakin menegaskan bahwa isu kecerdasan buatan menjadi salah satu perhatian penting dalam masa awal kepausan Paus Leo XIV. Pada 25 Mei 2026, Paus dijadwalkan menerbitkan ensiklik pertamanya berjudul Magnifica Humanitas, yang membahas penjagaan pribadi manusia di zaman kecerdasan buatan. Menurut pengumuman Sala Stampa Takhta Suci, ensiklik tersebut ditandatangani Paus pada 15 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan 135 tahun ensiklik Rerum Novarum dari Paus Leo XIII.
Peluncuran Magnifica Humanitas akan berlangsung pada 25 Mei 2026 pukul 11.30 waktu Vatikan di Aula Sinode, yang akan dihadiri oleh Paus Leo XIV. Sejumlah pembicara dijadwalkan hadir, antara lain Kardinal Víctor Manuel Fernández, Kardinal Michael Czerny, Prof. Anna Rowlands, Christopher Olah dari Anthropic, dan Prof. Leocadie Lushombo. Acara akan ditutup dengan sambutan serta berkat dari Paus Leo XIV.
Dengan pembentukan komisi khusus dan penerbitan ensiklik pertama yang berfokus pada AI, Vatikan tampak ingin menempatkan martabat manusia sebagai pusat refleksi etis atas perkembangan teknologi. Gereja menegaskan bahwa kemajuan kecerdasan buatan perlu diarahkan untuk melayani manusia, bukan menggantikannya atau mereduksi nilai kemanusiaannya.
Antonius Purwono, SCJ
Kepala Dept. Dokpen KWI
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

