MIRIFICA.NET-JAKARTA. Pada hari Kamis, 7 Mei 2026, telah berlangsung dialog antara Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi, khususnya dalam upaya memajukan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang komunikasi Gereja maupun dalam konteks internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Komisi Komsos KWI, Rm. Noegroho Agoeng SP, Pr mengungkapkan bahwa hadirnya Bahasa Indonesia di layanan Vatican News merupakan langkah penting untuk menghadirkan Gereja kepada bangsa Indonesia sekaligus menghadirkan Indonesia kepada Gereja Universal. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam media resmi Vatikan menjadi tanda pengakuan atas perkembangan Gereja di Indonesia serta menjadi sarana evangelisasi dan komunikasi iman yang semakin dekat dengan umat.

Lebih lanjut, Rm. Agoeng juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini, Komisi Komsos KWI bersama Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI (DokPen KWI) sedang mempersiapkan penerbitan buku kumpulan 60 tahun pesan-pesan Paus dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia, yang mencakup periode tahun 1967–2026. Buku ini diharapkan dapat menjadi sumber refleksi dan pembelajaran bagi para pelayan komunikasi sosial Gereja di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Bp. Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menyambut dengan sangat positif penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News. Beliau menegaskan bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa yang memiliki posisi strategis, bahkan kini telah diakui sebagai salah satu bahasa resmi di UNESCO. Pengakuan internasional ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia di berbagai ruang global.
Dalam dialog tersebut juga muncul gagasan bahwa para misionaris Indonesia yang berkarya di berbagai negara dapat menjadi duta Bahasa Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya membawa semangat pewartaan iman, tetapi juga memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Namun demikian, hal ini memerlukan persiapan yang matang, baik dalam bentuk pengajaran maupun penyediaan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi komunitas internasional.

Selain itu, para peserta dialog juga menyadari adanya tantangan terhadap kedaulatan Bahasa Indonesia di negeri sendiri. Disampaikan bahwa saat ini masih banyak generasi muda yang belum menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan benar, bahkan dalam penggunaan kata-kata dasar seperti “kami” dan “kita”. Karena itu, media dipandang memiliki peran penting dalam membangun budaya berbahasa yang baik, benar, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Pada akhir pertemuan, dibahas pula rencana dimulainya penggunaan Bahasa Indonesia di Vatican News pada bulan Juni 2026. Sehubungan dengan momentum bersejarah tersebut, muncul usulan untuk mengadakan sebuah selebrasi atau bentuk perayaan bersama guna menandai dimulainya layanan Bahasa Indonesia di Vatican News sebagai bagian dari kontribusi Gereja Indonesia dalam komunikasi Gereja Universal.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

