Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa 19 Mei 2026, Paus Leo IV, Hari Raya Paskah 2026, Selasa Pekan VII Paskah, Paskah 2026
Ilustrasi: ChatGPT

SELASA PEKAN VII PASKAH
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 20:17-27

Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Dalam perjalanannya ke Yerusalem Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka, “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 68:10-11.20-21; Refren:33a

Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!

  • Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
  • Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

Bacaan Injil – Yohanes 17:1-11a

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada perjumpaan, ada perpisahan. Meninggalkan tempat yang sulit itu mudah, tetapi meninggalkan tempat yang nyaman sering kali sungguh berat. Dalam Bacaan Pertama, Paulus berpamitan kepada para penatua di Efesus. Ia tahu ini mungkin pertemuan terakhir mereka. Namun, tidak ada penyesalan. Dengan damai ia berkata, “Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asalkan aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang kuterima oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk bersaksi tentang Injil anugerah Allah.” Kesetiaan dan keteguhan hatinya menjadi teladan bagi kita bahwa hidup bukan soal kenyamanan, melainkan soal panggilan untuk melayani dengan sepenuh hati.

Dalam Injil, Yesus berdoa kepada Bapa menjelang sengsara-Nya. Ia berkata, “Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada Ku untuk Kulakukan.” Bagi Yesus, kemuliaan bukan soal sorotan atau pujian, melainkan soal kesetiaan total kepada kehendak Bapa, hingga tuntas, bahkan sampai mati di kayu salib. Yang mengharukan, pada saat terakhir, Yesus tidak berdoa untuk diri-Nya, tetapi berdoa untuk para murid yang akan Dia tinggalkan. “Aku tidak lagi ada di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia.” Yesus tahu tantangan yang ada di depan: penganiayaan, pencobaan, kebingungan. Namun, Dia tidak meminta agar mereka diambil dari dunia, tetapi agar mereka dijaga dan dikuatkan. Ia tahu kita lemah, tetapi Ia juga tahu kita bisa kuat jika kita tinggal dalam kasih-Nya.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup seperti Engkau: setia, rendah hati, dan penuh semangat dalam menjalankan tugas sesuai panggilan kami masing-masing, amin.

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko (Uskup Keuskupan Agung Semarang)
HUT Tahbisan Imam Mgr. Paulus Budi Kleden SVD (Uskup Keuskupan Agung Ende)

HUT Tahbisan Imam Paus Leo XIV.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor