Santo Efrem - Diakon & Pujangga Gereja, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa 9 Juni 2026, Paus Leo IV, Selasa Pekan Biasa X
Foto: llustrasi ChatGPT

SELASA PEKAN BIASA X
Santo Efrem – Diakon & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Raja-raja 17:7-16

Tempat tepungnya tak pernah kosong sesuai dengan sabda Tuhan yang diucapkan Nabi Elia.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Pada waktu itu Sungai Kerit menjadi kering, sebab hujan tiada turun-turun di negeri itu. Maka datanglah sabda Tuhan kepada Elia, “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.” Maka Elia pun bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat.

Ketika ia tiba di dekat gerbang kota, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan daku sedikit air dalam kendi untuk kuminum.” Ketika wanita itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”

Wanita itu menjawab, “Demi Tuhan Allahmu yang hidup, sesungguhnya tiada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil daripadanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah sabda Tuhan Allah Israel, “Tepung dalam tempayan itu takkan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.”

Maka pergilah wanita itu, berbuat seperti yang dikatakan Elia. Maka Elia, wanita itu dan anaknya mendapat makan
beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang
sesuai sabda Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 4:2-3.4-5.7-8; Refren:7a

Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan.

  • Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang membenarkan daku. Engkau memberi kelegaan kepadaku di saat kesesakan; kasihanilah aku, dan dengarkanlah doaku! Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan?
  • Ketahuilah, Tuhan telah memilih bagi-Nya seorang yang Ia kasihi; apabila aku berseru kepada-Nya, Ia mendengarkan. Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hati di tempat tidurmu, tetapi tetaplah tenang.
  • Banyak orang berkata, “Siapa akan memperlihatkan yang baik kepada kita? Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan! Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada yang mereka berikan, di saat mereka kelimpahan gandum dan anggur.

Bait Pengantar Injil – Matius 5:16
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu yang di surga.

Bacaan Injil – Matius 5:13-16

Kalian ini cahaya dunia.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda, “Kalian ini garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan? Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang. Kalian ini cahaya dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelitalalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu di surga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kita sebagai umat Kristen dipanggil menjadi garam dan terang dunia. Ini berarti kita harus menjadi teladan dan membawa pengaruh positif di sekitar kita. Perbuatan baik adalah cara kita menunjukkan kasih Allah kepada dunia. Semoga perbuatan baik kita dapat memuliakan Bapa di surga. Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Allah melalui perbuatan baik kita sehingga orang lain dapat memuji Bapa di surga. Yesus dalam khotbah di bukit menyerukan umat-Nya untuk menjadi garam dan terang dunia. “Kamu adalah garam dunia. Jika garamnya hilang rasa, dengan apa garam itu dapat diasinkan lagi? Garam itu tidak berguna lagi, hanya untuk dibuang saja. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak mungkin disembunyikan. Begitulah hendaknya terangmu menyinari orang agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu di surga.”

Bacaan pertama dari Kitab Raja-Raja yang menampilkan cerita tentang Elia dan janda di Sarfat menunjukkan bahwa Allah itu setia. Kita harus setia kepada Allah dalam segala hal, dan Ia akan setia dalam memenuhi kebutuhan kita walaupun terjadi kemarau panjang dan makanan rumah kita akan habis. Allah menyediakan makanan dan air bagi Elia melalui janda di Sarfat. Kisah ini menjadi contoh bagaimana Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang setia
kepada-Nya, dan Ia selalu menyediakan kebutuhan mereka. Allah menyertai kita dalam setiap jengkal perjalanan hidup kita; tidak membiarkan kita berjuang sendirian. Ia adalah Bapa yang mengasuh dan mengasihi kita.

Ya Bapa, Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu. Semoga kami pun mau setia kepada-Mu supaya kami mampu menjadi garam dan terang dunia sebagai anak-anak-Mu, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor