Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 01 Maret 2021

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 01 Maret 2021

18 April 2022, Bacaan Injil 18 April 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 18 April 2022, bait allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 18 April 2022, Minggu Paskah , Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, Pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: rainbowtoken.com

Bacaan Pertama: Dan 9:4b-10

Kami telah berbuat dosa dan salah.

Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu, kami telah berbuat dosa dan salah; kami telah berlaku fasik dan telah memberontak; kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu. Kami pun tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar!
Patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem, dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka
oleh karena mereka berlaku murtad kepada Engkau. Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mzm 79:8.9.11.13 R:Mzm 103:10a
Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita.
  • Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
  • Demi kemuliaan-Mu, tolonglah kami, ya Tuhan penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
  • Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh.
  • Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun-temurun.
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil: Luk 6:36-38

Ampunilah, dan kamu akan diampuni.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah, dan kamu akan diampuni. Berilah, dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik dan dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Seorang ibu pernah berkata begini kepada pastor pembimbing rohaninya, “Manusia itu gudangnya kelemahan, Romo!” Ibu itu lalu bercerita tentang suami dan anak-anaknya yang sangat mengecewakan dia. Suami dan anak-anaknya hidup tidak seperti yang ia inginkan. Jadi, sepanjang ‘curhat’ kurang lebih selama satu jam; semuanya berisi kelemahan sang suami dan anak-anaknya. Ibu itu tidak sedikit pun memperlihatkan atau menceritakan kelemahan dirinya sendiri. Ibu itu merasa bahwa dirinya adalah seorang korban di dalam keluarganya.

Apa yang dilakukan oleh ibu tersebut barangkali kita semua pernah lakukan. Kita terlalu mudah untuk melihat kelemahan demi kelemahan yang ada dalam diri orang di sekitar kita. Kita bisa melihat kelemahan orang lain dari sudut pandang mana pun. Firman Yesus dalam Injil pada hari ini mengingatkan dan memberi alarm bagi kita. “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Nah, kalau begitu masih beranikah kita menilai dan menyalahkan orang-orang di sekitar kita.

Marilah kita belajar dari Nabi Daniel. Ia menghadap Allah bukan dengan aduan-aduan yang menyayat hati. Ia datang ke hadapan Allah dengan menyerukan kelemahan, dosa, dan pelanggaran yang dilakukannya bersama saudaranya. Ia menyerukan bukan hanya kelemahan sesamanya melainkan kesalahannya sendiri. Ia tidak hanya menuntut orang lain yang bertobat, tetapi juga dirinya sendiri. Inilah sebuah gerakan pertobatan yang nyata. Ia percaya kelemahan sebesar apa pun akan diampuni oleh Allah selama manusia mengakui dan mempunyai keinginan untuk bertobat.

Ya Allah, ingatkan kami agar menyadari kelemahan dan kerapuhan manusiawi kami. Semoga kami hidup dalam kebaikan hati bersama Kristus, Sang Teladan dan Guru kami. Amin.

 

02 Januari, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, misa natal, natal, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2020, Penerbit OBOR

Inspirasimu: Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 28 Februari 2021