Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven I 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Senin 1 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Senin, Pekan Adven I
B. Dionisius & Redemptus – Martir Indonesia
St. Eligius
St. Adrianus
Sta. Natalia
Warna Liturgi: Merah


Bacaan I:Yes 2:1-5

Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem. “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: di atas gunung -gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan.’ Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 122:1-2.3-4a.(4b-5.6-7).8-9; R:1

Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.”

  • Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  • Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
  • Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
  • Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
  • Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Injil: Matius 8:5-11

Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.”

Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: ‘Pergi!’, maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’, maka ia mengerjakannya.”

Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kisah Injil hari ini menantang kita untuk merenungkan soal iman dan kerendahan hati. Seorang perwira Romawi mendekati Yesus dan meminta Dia menyembuhkan hambanya yang lumpuh dan sangat menderita. Sebagai perwira, ia adalah seorang yang berkuasa dan berpengaruh. Namun, ia mengakui otoritas dan kekuasaan Yesus. Dia yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya hanya dengan berkata-kata. Pengakuan akan kekuatan ilahi Yesus ini adalah bukti dari imannya. Meskipun berada dalam posisi berkuasa, ia dengan rendah hati mengakui otoritas khusus yang dimiliki Yesus.

Kerendahan hati adalah unsur amat penting dalam iman, yakni mengakui ketergantungan kita pada belas kasih Allah. Seperti sang perwira, kita dipanggil untuk percaya pada kekuatan-Nya yang bisa menyembuhkan dan mengubah hidup kita. Kita dipanggil untuk menyerahkan hasrat mengontrol dan berkuasa, dan menyerahkan diri kepada otoritas Yesus, kepada kehendak dan tuntunan-Nya.

Setiap kali kita merayakan Ekaristi dan menyambut tubuh Tuhan, kita berdoa, ”Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh!” Semoga ungkapan iman dan kerendahan hati yang tampak dalam doa ini menjadi pedoman dalam hidup harian kita agar kita selalu percaya akan kuasa Allah dan bergantung pada belas kasih-Nya.

Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu percaya pada kekuatan-Mu dan berserah pada belas kasih-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor