Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven I 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Minggu 30 November 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Minggu, Pekan Adven I
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: Yesaya 2:1-5

Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem. Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di puncak gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, “Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan.” Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 122:1-2.4-5.6-7.8-9;R:1

Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

  • Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  • Kepadamu, hari Yerusalem, suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi kursi milik keluarga raja Daud.
  • Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
  • Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu. Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan II: Roma 13:11-14a

Keselamatan sudah dekat pada kita.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.

Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Mazmur 85:8
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Injil: Matius 24:37-44

Berjaga-jagalah dan siap siagalah!

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Berjaga-jaga dan waspadalah! Kalimat ini sering kita dengar dalam bacaan liturgi akhir tahun. Tujuannya adalah agar kita yang mendengarkannya mencoba mengintrospeksi diri dan mengevaluasi hidup serta merencanakan kehidupan selanjutnya dengan baik. Masa Adven yang kita mulai hari ini merupakan rangkaian perjalanan rohani Gereja dalam kesatuan tujuan untuk melihat hubungan dengan sesama, baik dalam komunitas maupun dalam keluarga. Kita dapat menjadikan ketiga pribadi Keluarga Kudus Nazaret, yaitu Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yosef sebagai pedoman dalam kebersamaan hidup berkomunitas dan berkeluarga yang didasari oleh cinta kasih yang mempersatukan.

Kebersamaan Keluarga Kudus Nazaret tentu diwarnai keadaan sebagaimana kenyataan yang kita alami dewasa ini, yaitu penuh hambatan dan tantangan. Namun, Keluarga Kudus Nazaret ini terus maju menjalani hidup. Tetap menyadari keterbatasan dan rendah hati, saling mengampuni serta menjalani pertobatan yang menuntun hidup dalam pemurnian. Hidup mereka berpusat pada Yesus.

Kita diminta untuk selalu berupaya menyalakan terang dalam kegelapan jalan hidup kita. Meskipun kita menyadari diri sebagai sosok yang kurang dan lemah, kita harus terus berupaya untuk hidup dalam kelimpahan dan kekuatan rahmat Allah. Selalu berharap adalah kunci yang harus selalu kita pahami dan hayati. Terang dan harapan bagi kita umat beriman adalah Yesus. Yesaya meyakinkan kita bahwa Yesuslah jalan keselamatan hidup kita. Berjalan bersama Dia menjadi panggilan kita. Berkat Dia, keselamatan kita semakin mendekat.

Karena itu, marilah kita senantiasa waspada dan berjaga-jaga. Kita tidak terlena dalam perbuatan salah dan dosa. Mari berlomba berbuat kasih serta hidup dalam doa dan Sabda. Kesiapsiagaan kita menyongsong kelahiran-Nya adalah peluang bagi keselamatan kita.

Ya Yesus, bersama Bunda Maria dan Bapa Yosef, sertailah kami dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Natal, kelahiran-Mu dalam hati kami yang penuh dosa, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR