Santo Henrikus, Santa Cecilia Barbieri, Santa theresia dari Yesus Fernandez Solar, Santa Teresia Yesus dari Andes, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Leo XIV, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin 13 Juli 2026, Warna Liturgi Hijau, Senin Pekan Biasa XV
Foto: llustrasi ChatGPT

SENIN PEKAN BIASA XV
Santo Henrikus
Santa Cecilia Barbieri
Santa theresia dari Yesus Fernandez Solar
Santa Teresia Yesus dari Andes
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yesaya 1:11-17

Bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatan yang jahat dari depan mata-Ku.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para pemimpin Sodom, “Untuk apakah korbanmu yang banyak itu?” Aku sudah jemu akan kurban-kurban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak anak lembu tambun. Darah lembu jantan dan domba serta kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kalian datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut dari padamu bahwa kalian menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya menjadi jijik bagi-Ku. Kalau kalian merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. Perayaan-perayaan bulan baru dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya.

Semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. Apabila kalian menadahkan tangan untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kalian berdoa berkali-kali, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam. Belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 50:8-9.16bc-17.21.23 Refren:23b

Siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  • Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
  • “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
  • Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajad dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Daku; siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.”

Bait Pengantar Injil – Matius 5:10
Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

Bacaan Injil – Matius 10:34 – 11:1

Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya, “Jangan kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali.

Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang yang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu, sungguh ia takkan kehilangan upahnya.”

Setelah Yesus selesai mengajar kedua-belas rasul-Nya, Ia pergi dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus, Sang Raja Damai, justru mengatakan bahwa kedatangan-Nya membawa pedang, bukan damai di bumi. Ini bukan berarti Yesus menyukai pertikaian, melainkan menyingkapkan pilihan yang harus kita buat. Mengikuti Dia sering kali berarti berkonflik dengan nilai-nilai dunia, bahkan dengan orang-orang terdekat kita. Kasih kepada Kristus menuntut prioritas utama, melebihi ikatan keluarga sekalipun.

Namun, di tengah tantangan itu, kita menemukan janji yang menghibur. Yesus berkata, “Siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku.” Melayani sesama dalam nama-Nya adalah wujud nyata mengikuti Kristus. Beban yang Dia berikan ringan, dan kuk yang Dia pasang mudah. Setelah memberikan perintah yang berat, Yesus menunjukkan kelembutan dan kepedulian-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa perjuangan mengikuti Kristus tidak pernah sendirian. Ada kasih karunia dan kekuatan yang selalu menyertai.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk setia mengikut-Mu, bahkan ketika jalan itu sulit. Berikan kami keberanian untuk memilih-Mu di atas segalanya dan hati yang melayani sesama dalam nama-Mu. Kami percaya, dalam setiap langkah, kasih dan kekuatan-Mu menyertai kami, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, OCarm (Uskup Keuskupan Sufragan Malang)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor