Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven IV 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Senin 22 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Senin, Pekan Adven IV
Novena Natal Hari Ketujuh
St. Teodorus
St. Yosef Moscati
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: 1 Samuel 1:24-28

Hana bersyukur atas kelahiran Samuel.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel:

Sekali peristiwa, setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli. lalu Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara tuanku! Demi Tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: 1 Samuel 2:1.4-5.6-7.8abcd; R:1a

Hatiku bersukaria karena Tuhan, penyelamatku.

Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya menjadi layu.

Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke alam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya, Ia merendahkan, dan meninggikan juga.

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bacaan Injil: Lukas 1:46-56

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Magnificat, pujian indah Bunda Maria, adalah ungkapan hatinya yang terdalam karena penuh rasa syukur akan karya Allah yang terjadi dalam hidupnya dan hidup umat Israel. Magnificat menggambarkan pengakuan terhadap kebesaran Tuhan dan kemurahan-Nya yang  membentang sepanjang zaman. Maria mengawalinya dengan ungkapan, “Jiwaku memuliakan Tuhan.”

Lewat pujian yang ia ungkapkan, Maria menunjukkan pengenalannya akan Allah. Baginya, Allah adalah Dia yang memerhatikan kerendahan hamba-hamba-Nya dan bahkan memilih melibatkan mereka untuk melakukan karya-Nya. Allah adalah Dia yang berbelas kasih kepada orang-orang yang takut akan Dia, tetapi juga keras terhadap orang-orang yang kejam dan meninggikan diri. Allah juga adalah Dia yang setia pada perjanjian dengan umat-Nya dan akan memelihara mereka sebagaimana yang telah Dia janjikan.

Melalui Magnificat, kita diajak untuk merefleksikan kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Semoga hati kita terbuka untuk merasakan kehadiran Tuhan, membiarkan-Nya membentuk hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Seperti Maria, kita pun diundang untuk mengatakan “ya” pada rencana Tuhan dengan penuh kepercayaan dan kerendahan hati.

Tuhan, berilah kami hati yang sederhana seperti Bunda Maria, agar kami mampu mengenali karya agung-Mu di sepanjang sejarah hidup kami. Biarlah kami selalu memuji dan memuliakan keagungan-Mu, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Johannes Liku Ada (Uskup Emiritus Keuskupan Agung Makassar)

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor