Tambolaka-Mirifica.net – Semangat pewartaan Gereja menemukan napas baru di tengah derasnya arus digital. Hal ini tampak dalam pelatihan bertajuk “Bersaksi di Era Digital: Membangun Pewartaan Gereja melalui Jurnalistik dan Videografi” yang diselenggarakan oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bekerja sama dengan Komisi Komsos Keuskupan Weetabulla. Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 April 2026 di Wisma Unio Keuskupan Weetabulla ini diikuti oleh sekitar 70 peserta, yang datang dengan satu kerinduan yang sama: menjadi saksi Kristus di dunia digital.
Dalam Ekaristi pembukaan, Romo Agus CSSR mengingatkan bahwa komunikasi bukan sekadar keterampilan, melainkan panggilan untuk menghadirkan kebenaran Kristiani. Ia mengajak para peserta untuk menjaga kesatuan sebagai murid Kristus dan membangun sinergi dalam setiap karya pewartaan.

Pengantar dari Romo Tibur menggambarkan dinamika karya Komsos di Keuskupan Weetabulla, yang terus bertumbuh melalui berbagai inisiatif kreatif. Sementara itu, Romo Agoeng dari Komsos KWI menegaskan pentingnya relasi yang mendalam—dengan Kristus, sesama, dan diri sendiri—sebagai fondasi utama pelayanan komunikasi. Dari kedalaman relasi itulah lahir kekuatan untuk berkarya dengan tulus dan penuh makna.
Pelatihan ini juga menghadirkan para pendamping yang berpengalaman. Mas Krismanto membimbing peserta dalam dunia videografi, Mas Abdi mengasah kepekaan jurnalistik, dan Mas Indra membuka wawasan tentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Para peserta tidak hanya belajar teknik, tetapi juga diajak untuk memiliki hati yang peka dan bertanggung jawab dalam menggunakan media.

Di tengah dunia digital yang kerap bising dan penuh distraksi, pelatihan ini menjadi ruang hening yang menguatkan. Harapannya sederhana namun mendalam: agar para peserta mampu menjadi saksi yang autentik—menghadirkan terang, menyebarkan harapan, dan menghidupkan Gereja melalui karya komunikasi yang menyentuh hati. *MoGoeng
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
