Para romo peserta Quinquennale berfoto bersama. Foto : Rinho

TANJUNG SELOR, KOMPAS — Sebanyak 41 imam muda dari empat keuskupan di Provinsi Gerejawi Samarinda—Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, dan Tanjung Selor—berkumpul di Wisma Emaus, Keuskupan Tanjung Selor, untuk mengikuti Quinquennale, 19–24 Agustus 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan sekaligus mempererat persaudaraan antarimam muda dengan tema “Bermisi di Tengah Arus Perubahan.”

Hari pertama dibuka dengan Perayaan Ekaristi, pengenalan peserta, serta refleksi mengenai perubahan sosial-budaya dan tantangan misi Gereja. Tidak sekadar seminar atau pertemuan rutin, Quinquennale menjadi ajang pengolahan pengalaman pastoral agar para imam muda saling meneguhkan dalam pelayanan.

Materi awal disampaikan Roedy Haryo Widjono AMZ yang menekankan pentingnya kearifan lokal Dayak dalam menghadapi arus globalisasi, hegemoni, dan krisis ekologi. Ia mengingatkan bahwa Gereja mesti hadir sebagai bagian dari solusi, sembari menghargai budaya setempat. Diskusi berkembang pada tema inkulturasi iman Katolik dengan tradisi Dayak yang dinilai memperkaya kehidupan Gereja.

Uskup Tanjung Selor, Mgr Paulinus Yan Ola MSF, turut menguraikan spiritualitas misioner imam. “Misi bukan sekadar aktivitas, melainkan sikap hidup penuh syukur, pengabdian, kerendahan hati, dan kesetiaan,” ujarnya. Menurut dia, karya perutusan adalah karya Allah yang dijalankan bersama umat dalam konteks budaya mereka.

Selain sesi materi, para imam muda juga terlibat dalam olahraga bersama umat, kegiatan rekreasi, serta pertemuan akrab yang menumbuhkan sukacita persaudaraan. Evaluasi di hari terakhir menunjukkan apresiasi tinggi peserta, dengan masukan agar ke depan lebih banyak sesi berbagi pengalaman dan melibatkan pegiat misi dari kalangan awam.

Acara ditutup dengan Misa di Katedral St Maria Assumpta, Tanjung Selor, yang dipimpin Mgr Paulinus. Dalam pesannya, ia mengingatkan agar para imam muda tetap setia dalam panggilan serta berani bermisi dengan semangat Kristus.

Quinquennale berikutnya dijadwalkan di Keuskupan Palangka Raya, 25–30 Agustus 2026, dengan tema “Dimensi Pastoral.”

Penulis : Rhina Enho