Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXIV, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 29 November 2025, Paus Leo IV, Beato Frederikus dari Regensburg
Ilustrasi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXI
PW S. Monika

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: 1Tes 2:9-13

Sambil bekerja siang malam, kami memberitakan Injil Alah kepada kalian.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara, kalian tentu masih ingat akan usaha dan jerih payah kami. Sebab kami bekerja siang malam, agar jangan menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Di samping itu kami pun memberitakan Injil Allah kepada kalian. Kalianlah saksinya, demikian pula Allah,
betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kalian yang telah menjadi percaya. Kalian talhu, betapa kami telah menasihati kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya; dan betapa kami telah meminta dengan sangat, agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Karena itulah kami tak putus-putusnya mengucap syukur kepada Allah, sebab kalian telah menerima sabda Allah yang kami beritakan itu. Pemberitaan kami itu telah kalian terima bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian. Dan sabda Allah itu bekerja giat di dalam diri kalian yang percaya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:7-8.9-10.11-12ab

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.

  • Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
  • Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
  • Jika aku berkata, “Biarlah kegelapan melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil: 1Yoh 2:5

Sempurnakanlah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Bacaan Injil: Mat 23:27-32

Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada waktu itu Yesus berkata, ”Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang- orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang indah tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan segala kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kelaliman. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang benar dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, lengkapilah juga apa yang sudah dilakukan nenek moyangmu!”

Renungan

Sekali lagi, Yesus menggunakan kata-kata keras untuk memperingatkan para pemimpin agama tentang kepura- puraan yang sia-sia. Ia menyamakan mereka seperti kuburan yang dilabur putih sehingga berkilauan di bawah sinar matahari. Pada saat perayaan-perayaan besar, orang-orang pasti tidak sengaja menyentuh kuburan itu dan mengalami kenajisan ritual. Yesus memperingatkan bahwa yang benar-benar mencemari jiwa bukanlah kenajisan ritual, melainkan kenajisan karena dosa, seperti kesombongan, keserakahan, kemalasan, iri hati, kebencian, dan hawa nafsu. Mereka tidak hanya mengabaikan orang miskin dan lemah, tetapi juga tidak bersikap toleran terhadap siapa pun yang menentang gagasan mereka tentang agama. Yesus menegur para pemimpin agama karena menerapkan standar ganda. Mereka mengaku mengagumi para nabi dengan membangun makam mereka, tetapi pada saat yang sama, mereka menentang pesan mereka dan menutup telinga mereka terhadap firman Allah. Mereka menolak Yesus, Sang Mesias, karena mereka mengeraskan hati terhadap suara Tuhan. Sebagai murid Kristus, kita harus menjauhkan dari hati kita mentalitas kemunafikan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Tuhan, ajarilah kami jalan-jalan-Mu dan penuhilah kami dengan Roh-Mu sehingga kami dapat melangkah dalam jalan-Mu dan menaati Sabda-Mu tanpa pamrih, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR