Beranda SEPUTAR VATIKAN Urbi Panggilan Sejati Seorang Muslim, Haddara Ingin Bela Orang Kristen dan Yahudi dari...

Panggilan Sejati Seorang Muslim, Haddara Ingin Bela Orang Kristen dan Yahudi dari Kekerasan

Paus Fransiskus dan Mahassen Haddara/Foto: Antonio Mekary

SETELAH ledakan Al Qaa di Lebanon, Mahassen Haddara, seorang wartawati Muslim memposting sebuah surat yang ditulis di halaman fecebooknya, ” Katakanlah Allah ! Aku akan membawa Islam dan pergi ke Al Qaa karena orang-orang Kristen memanggilku … Mari kita semua pergi! Setelah pembunuhan Fr. Jacques Hamel.”

“Perawan Maria, janganlah berlambat! Kristus, janganlah berlambat ! Perawan Maria, Ratu para wanita di dunia. kami mohon, datanglah segera. hai, Kristus, karena kami tidak bisa  lagi mengatasi kejahatan ini, tanah kami dari Yerusalem hingga Irak benar-benar menderita, gereja dan masjid kami dinodai,  imam kami dibunuh, anak-anak kami dibunuh, dan kami benar-benar putus asa.”

Dilansir dari Aleteia.org  dan kemudian disiarkan oleh televisi Meksiko, tulisan Haddara yang luar biasa mendalam, itu membawa pesan perdamaian kepada dunia, ditulis dengan semangat oleh seorang Muslim dari Timur Tengah yang disiksa . Pesan  Haddara mengagetkan banyak orang, dan beberapa di antaranya memintanya untuk memverifikasi tulisannya.

Mahassen Haddara dalam sebuah acara konferensi pers/Foto: Aleteia.org
Mahassen Haddara dalam sebuah acara konferensi pers/Foto: Aleteia.org

“Saya menerima beberapa pesan kemarin dari Amerika Serikat dan Uni Eropa bertanya tentang keaslian tulisan saya, sebagai seorang Muslim Arab, tentang perdamaian antar agama, dan jawaban saya adalah: ‘Ya, Saya seorang gadis Muslim yang ingin membawa perdamaian bagi dunia”, kata Haddara.

Haddara pun  mengatakan bahwa  pesannya telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dan telah menjangkau dunia yang luas.

“Pesan saya dimaksudkan untuk mengajak dialog dan perdamaian antar agama dan mengetuk pintu hati semua orang, dan itu adalah salah satu cara bagaimana kita dapat mengalahkan kejahatan dan perang.”

Dalam sebuah wawancara  edisi bahasa Arab, Haddara mengatakan, “Terorisme telah menghancurkan benih kemanusiaan dan [telah] merobek batas-batas geografis … Saya berteriak keras menghadapi terorisme, dan mengatakan : Dalam nama kemanusiaan dan Kitab Suci: Taurat, Injil dan Al-Quran ! Saya akan membela Yahudi jika mereka ditindas, dan akan melindungi orang-orang Kristen dari kekerasan,karena hanya dengan cara ini saya dapat menjadi seorang Muslim sejati ! Saya akan terus bersikap seperti ini sebagai wanita Muslim Arab dan akan menghadapi perang ini, membela kemanusiaan melalui pena saya dan suara saya.”

Haddara melanjutkan kisahnya. “Dulu saya berpikir bahwa prestasi paling penting dicapai oleh umat manusia di abad ke-21 adalah Piagam PBB. Namun, peran  terakhir Paus Fransiskus [ketika dalam pesawat di perjalanan pulang dari Polandia],itu melampaui semua yang telah dikatakan selama abad terakhir. Mengapa? Karena – di depan orang-orang Kristen – Paus Fransiskus menegaskan kembali keyakinannya tentang  umat Islam dengan mengatakan: saya percaya bahwa di hampir semua agama, ada sekelompok kecil kaum ekstrimis ” dan Paus menambahkan : “Jika saya ingin berbicara tentang kekerasan Muslim, saya harus terbuka juga untuk  berbicara tentang kekerasan Kristen, tidak semua kaum Muslim melakukan kekerasan.”

Wartawati ini mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Paus Fransiskus pada suatu hari nanti: “Pada tanggal 19 Agustus,  dunia selalu merayakan Hari Kemanusiaan Internasional.  Harapanku,  Paus daapt dimahkotai dengan mahkota kemanusiaan dan saya bisa bertemu dengannya suatu hari nanti untuk berterima kasih padanya atas penghormatan yang telah diberikan kepada umat Islam dan untuk kebenaran yang ia ungkapkan pada sebuah surat kabar Perancis ketika ia berkata : ‘kekuasaan, seberapa besarnya, hendaknya dipakai untuk membangun  dialog dan perdamaian. Saya  ingin bertemu dengannya dan menerima berkat darinya untuk melanjutkan perjuanganku, menyebarkan perdamaian di antara agama-agama dan orang-orang ”

Haddara tidak habis bersyukur karena surat-suratnya diterbitkan dan mendapat perhatian dari dunia. Ia kemudian menjadi tertarik untuk membangun sebuah jembatan perdamaian dan dialog antara Muslim dan Kristen, berupaya mengubah citra terdistorsi Muslim di dunia karena ekstremisme dan terorisme .

“Saya tahu bahwa Allah telah mengabulkan doa saya dan mengusap air mata saya dan membuat saya menjangkau dunia berkat internet.”

Haddara  mengatakan, ada banyak pertanyaan dan  ancaman yang ia terima setelah suratnya dipublikasikan di berbagai media.  “Benar bahwa saya mendapat ancaman, tapi itu tidak didasari rasa keadilan, saya dituduh menghujat,  tapi tidak ada yang bisa lebih keras dari suara keadilan dan kehendak Tuhan. Saya akan terus melanjutkan perjuangan saya dengan cinta dan perdamaian.”

=========

Diterjemahkan dari Aleteia.org