Beranda SEPUTAR VATIKAN Urbi Katekese Bulan Kitab Suci 2014: Melayani dengan tabah (Belajar dari Tokoh Musa/Pertemuan...

Katekese Bulan Kitab Suci 2014: Melayani dengan tabah (Belajar dari Tokoh Musa/Pertemuan 2)

Musa: ilustrasi dari blog.studenti.it

MELAYANI DENGAN TABAH

(Belajar dari Tokoh Musa)

 LAGU PEMBUKA (PS 329)

TANDA SALIB DAN SALAM

F: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Amin.

F: Semoga rahmat dan damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus, cintakasih dankemuliaan Allah beserta Roh Kudus senantiasa besertakita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

PENGANTAR

Pada hakekatnya setiap orang ingin hidupnya bermakna bagi dirinyasendiri, bagi orang yang dikasihinya, dan bagi orang lain di sekelilingnya.Bertanggung jawab dengan pekerjaan atau karya adalah salah satu tindakannyata untuk mencapai hal itu. Dengan berkarya kita melayani sesama danjuga memenuhi kebutuhan sesuai dengan peran kita dalam masyarakat,komunitas dan keluarga.

Sebagai manusia tentu kita tidak terlepas dari keterbatasan, baikdari segi  kemampuan maupun dari keadaan di sekeliling kita. Hal yang pentingadalah bagaimana kita belajar menyikapi pelbagai tantangan, yang timbuldari dalam diri sendiri dan dari keadaan di sekeliling kita.

Sebagai orang beriman tentu kita mau belajar dari tokoh-tokoh dalamKitab Suci. Musa telah memberi teladan bagaimana ia bersikap dengan tabahsebagai seorang hamba Allah dalam menghadapi keterbatasan diri sertatantangan dari bangsa Israel. Ia merupakan tokoh yang patut diteladanisehingga kita dapat menempa diri menjadi orang beriman yang tabah dalampelayanan.

PERNYATAAN TOBAT

F: Marilah kita menyiapkan diri, dengan memohon ampun kepadaAllah atas dosa-dosa kita.

F: Saya mengaku ……………….

U: kepada Allah yang Mahakuasa ……………..

F: Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampunidosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin

DOA PEMBUKA (bersama-sama)

Allah Bapa yang Mahakasih, Engkau adalah sumber kekuatan yang selalumenyertai kami dalam peziarahan hidup ini. Bimbing kami agar dapatmemahami dan menghayati teladan nabi Musa untuk bekal karya danpelayanan kami kepada-Mu dan kepada sesama. Demi Kristus Tuhan danPengantara kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala abad.

LAGU PENGANTAR BACAAN (PS 366)

BACAAN KITAB SUCI

Kitab Keluaran 17:1-7

Bangsa Israel melanjutkan perjalanan sebagaimana diperintahkanTuhan. Suatu saat mereka tiba di tempat di mana tidak ada air minum. Rasahaus dan keletihan memicu emosi mereka sehingga mereka mulai mengomel.

Mereka menuntut air minum dari Musa. Mereka mulai mempertanyakanapakah Tuhan menyertai mereka atau tidak. Musa menyebut keragu-raguanmereka sebagai ““mencobai Tuhan”” (ay 2). Betapa tidak? Mereka menuduhMusa merencanakan kematian mereka dengan membawa mereka keluardari Mesir supaya mereka mati kehausan (ay 3). Mereka meragukan Tuhanyang telah menunjukkan kekuasaan dan kesetiaan-Nya. Lebih parah lagimereka sudah siap untuk melempari Musa dengan batu (ay 4).

Bagaimana Musa menyikapi hal ini? Di tengah situasi genting Musaberdoa kepada Allah. Musa tidak melampiaskan kekesalannya kepada bangsaIsrael, tetapi menyerahkan semua penderitaannya kepada Tuhan. Lalubagaimana reaksi Tuhan? Betapa panjang kasih setia dan kesabaran-Nyaterhadap umat-Nya! Ia memberi mereka air dari sebuah batu (ay 5-6)

Orang – orang Israel yang kehausan minum dari sumber air itu. Masalah punterselesaikan. Namun sebuah nama baru diberikan kepada tempat itu untukmemperingati peristiwa ini: ““Masa””, karena mereka mencobai Tuhan; dan““Meriba””, karena di tempat itu orang Israel mengomel. Tuhan tetap mengasihiumat-Nya, meskipun mereka gemar mengomel dan mencobai-Nya.

Kita yang berziarah di dunia ini harus selalu mengikuti kehendak Allah,percaya kepada penyelenggaraan-Nya dan minum dari gunung batu rohaniyang menyertai kita, yaitu Kristus. (bdk 1 Kor 10:4). Dalam pelayanan kerapkita menemukan banyak masalah yang dapat menguji iman dan bataskesabaran. Namun selama kita mengandalkan Tuhan, Dia akan mendampingikita dan kemuliaan-Nya akan melindungi kita. Jangan sekali-kali kitamencobai-Nya dengan meragukan penyertaan-Nya dalam hidup kita.

MENCERMATI TEKS KITAB SUCI

  1. Apa sumber pertengkaran Musa dan bangsa Israel?
  2. Kehidupan seperti apa yang mereka pilih bila ditinjau daripertengkaran ini?
  3. Apa tindakan Musa ketika ia diancam oleh orang Israel ?
  4. Mengapa gerutu orang Israel dianggap Musa sebagai mencobaiTuhan?

MEMBANGUN NIAT

  1. Sejauh mana doa atau komunikasi dengan TUHAN menjadi sumberkekuatan dalam pelayanan terhadap sesama?
  2. Inspirasi apa yang bisa aku petik dari kisah pendampingan Musaterhadap bangsa Israel? Apakah inspirasi itu bisa semakinmenguatkanku untuk selalu setia dan tabah dalam tugaspelayananku?
  3. Apakah ada orang-orang dalam kehidupanku yang mengalami nasibseperti Musa? Apa yang bisa kita pelajari dari mereka?

DOA UMAT

Marilah kita satukan hati dan berdoa kepada Bapa, sumber kekuatan danketabahan kita.

F : Ya Bapa, kami memuji dan bersyukur kepada-Mu, karena Engkauyang selalu hadir dalam hidup kami, telah terlebih dahulu melayanikami melalui Putera-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, sehinggakami menerima rahmat keselamatan dalam hidup ini.Perkenankanlah kami memanjatkan doa-doa kami

(hening sejenak):

F : Allah Bapa sumber kekuatan hidup, kami mau berdoa untuk saudara-saudari kami kaum buruh dan pekerja kecil yang sedang berjuanguntuk memperoleh kehidupan yang layak; berilah mereka ketabahan,kesabaran serta ketekunan untuk memampukan mereka dalammencapai cita cita. Kami mohon.

U : Dengarkanlah doa kami ya Tuhan.

F : Bagi kaum lemah dan kaum wanita yang masih berjuang untukmemperoleh keadilan; berilah mereka ketabahan dan semangatdalam iman seperti teladan Nabi Musa. Kami mohon.

U : Dengarkanlah doa kami ya Tuhan.

F : Bagi kami semua yang hadir disini; ya Bapa, dengan rendah hatikami mohon, berilah kami ketabahan dalam menjalankan niat-niatkami setelah kami merenungkan bacaan Kitab Suci hari ini. Kamimohon.

U : Dengarkanlah doa kami ya Tuhan.

F : ……(doa spontan) …

Marilah kita mohon

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

F : Demikianlah ya Tuhan, doa-doa yang kami sampaikan kepada-Mudengan segala kerendahan hati. Kami percaya Engkau selalumendengarkan kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

U : Amin

F : Marilah kita satukan doa dan permohonan kita dengan doa yangdiajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus.

F+U Bapa kami …

DOA PENUTUP (Bersama-sama)

Allah Bapa yang Mahabaik, kami mengucapkan syukur atas penyertaan-Mudalam kehidupan kami. Berilah kami kekuatan dan ketabahan hati dalammenyangkal diri kami seturut dengan ajaran Putera-Mu sehingga kami bolehmelayani-Mu dan melayani sesama dengan tulus hati, tabah, sukacita danmurah hati. Demi Yesus Kristus Putera-Mu, yang bersatu dengan Dikau danRoh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

BERKAT DAN PENGUTUSAN

F : Saudara – saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, sebelumkita mengakhiri pertemuan kita, marilah kita mohon berkat Tuhan

F : Semoga kita sekalian senantiasa dibimbing dan dilindungi olehberkat Allah yang Mahakuasa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U : Amin

F : Dengan demikian ibadat sabda sudah selesai

U : Syukur kepada Allah

F : Marilah kita pergi, kita diutus.

U : Amin

LAGU PENUTUP (PS 683)

 

Sumber : Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuksupan Agung Jakarta

Keterangan foto: Musa: ilustrasi dari blog.studenti.it