Negara : Indonesia
Nomor Sitrep : #06
Periode Laporan : 09 Desember 2025 (Pkl. 18:00 WIB – GMT+7)
Jenis Bencana : Hidrometeorologi (Banjir, Tanah Longsor &
Cuaca Ekstrim)
Sumber : – Caritas Sibolga, Caritas Medan, Caritas Padang
– Pusdalops BNPB
Pelapor : Divisi ER-DRR Caritas Indonesia
LATAR BELAKANG
Hujan deras berturut-turut antara tanggal 22 hingga 25 November, banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh (17 kabupaten/kota), Sumatera Barat (3 kabupaten/kota), dan Sumatera Utara (10 kabupaten/kota). Dampak terparah terjadi di Provinsi Sumatera Utara, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Beberapa jalur provinsi dan nasional terputus akibat tanah longsor dan jembatan yang rusak, sehingga mempersulit akses distribusi. Hingga saat ini, beberapa wilayah masih belum dapat diakses melalui jalur darat.
WILAYAH TERDAMPAK
Wilayah terdampak meliputi 3 (tiga) wilayah keuskupan, yakni Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang dan Keuskupan Agung Medan.
Berikut keterangan kondisi sebaran wilayah yang terdampak:
● Aceh: Wilayah pesisir timur (Langsa, Aceh Timur, Aceh Singkil, Aceh Utara) dengan kontur dataran rendah dan aliran sungai besar. Akses jalan utama di beberapa titik terputus akibat genangan banjir.
● Sumatera Utara: Wilayah Tapanuli dan Mandailing Natal, dengan kontur pegunungan dan lembah sungai. Longsor di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah menutup akses jalan dan merusak rumah warga.
● Sumatera Barat: Wilayah Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar. Kontur perbukitan dan pesisir menyebabkan kombinasi banjir dan abrasi.
POPULASI TERDAMPAK
Pendataan dihitung dari 3 wilayah provinsi, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat.
● Total terdampak: ± 1.032.044 KK / ± 3.868.908 jiwa
● Korban meninggal dunia: 991 orang
● Orang hilang/belum ditemukan: 521 orang
● Korban luka-luka: ± 2.703 orang
● Rumah terdampak (terendam, hanyut, rusak berat, atau tergerus): ± 579.251 unit
KEBUTUHAN MENDESAK
● Barang bantuan: Makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, matras, perlengkapan balita, perlengkapan ibadah. Genset, BBM.
● Kesehatan: Obat-obatan, layanan kesehatan darurat, trauma healing, pencegahan penyakit menular.
● Dana: Untuk perbaikan rumah, pembangunan hunian sementara, dan pemulihan ekonomi keluarga terdampak.
● Relawan: Dukungan tenaga untuk evakuasi, distribusi logistik, dan pendampingan psikososial.
RESPONS PEMERINTAH
● Kemenko PMK mengadakan Rapat Percepatan Penanganan Bencana dengan jajaran pemerintah daerah terdampak, Kemensos, Kemendagri, BNPB, dan lembaga- lembaga terkait.
● BPBD dan BNPB: Melakukan pendataan, evakuasi, distribusi logistik, dan mendirikan posko darurat.
● Pemerintah Provinsi telah menetapkan Status Tanggap Darurat:
a. Provinsi Sumatera Barat: SK Gubernur No.360-761-2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Wilayah Provinsi Sumbar Tahun 2025 berlaku selama 14 hari sejak Selasa, 25 November 2025 hingga 8 Desember 2025
b. Provinsi Sumatera Utara: SK Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/836/KPTS/ 2025 tanggal 27 November 2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Gempa Bumi di Provinsi Sumut selama 14 hari mulai 27 November 2025 hingga 10 Desember 2025.
c. Provinsi Aceh: SK Gubernur Aceh No. 100.3.3/1416/2025 tentang Penetapan Status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh Tahun 2025. Status darurat ditetapkan untuk 14 hari, berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025
RESPONS CARITAS
● Mengirimkan Dana Darurat APP Nasional ke Keuskupan Sibolga, Keuskupan Padang, dan Keuskupan Agung Medan yang merupakan tiga keuskupan terdampak untuk pengadaan kebutuhan dasar.
● Mengirimkan staf dan anggota Core Response Team (CRT) untuk mendukung respon darurat di Sibolga dan Padang, serta memastikan keselarasan dengan protokol nasional.
● Melakukan koordinasi intensif dengan 38 keuskupan nasional serta dengan CIMOs in Country (Caritas Germany, CRS, Caritas Australia dan Caritas Internationalis).
● Caritas Indonesia akan mengaktivasi Emergency Appeal (EA) untuk menggalang dukungan dari anggota konfederasi Caritas Internationalis guna memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
● Mengaktivasi Pos Pelayanan Kemanusiaan Nasional Caritas Indonesia (Karina KWI) di Keuskupan Sibolga.
● Mendirikan Pos Layanan Kesehatan Nasional bekerja sama dengan rumah sakit, universitas, tarekat religius, serta relawan dokter dan tenaga medis.
● Mendirikan Pos Logistik Nasional untuk mendukung distribusi bantuan.
● Mendokumentasikan kebutuhan dan gap melalui sitrep, dibagikan ke KWI, pemerintah, dan Caritas Internationalis.
● Menggerakkan tujuh anggota tim medis (3 dokter, 1 psikolog, 3 tenaga medis) dan melakukan pelayanan Kesehatan di Keuskupan Sibolga.
● Direktur Caritas Indonesia, Pastor Fredy Rante Taruk, melakukan kunjungan ke Caritas Medan dan melanjutkan perjalanan ke Sibolga untuk menyerahkan 150 paket bantuan pangan serta melakukan koordinasi dengan tim di Pos Layanan Sibolga.
Wilayah Keuskupan Agung Medan
● Pos pengungsian mandiri 26–30 November 2025 8 titik pengungsian dikelola paroki, menampung 5.469 jiwa (1.274 KK), dilengkapi terpal, tikar, selimut, dan pakaian.
● Dapur umum & distribusi pangan: melayani 13.219 orang (2.824 KK) dengan beras, minyak goreng, ikan kaleng, mie instan, LPG, gula, biskuit, susu.
● Solidaritas lintas-keuskupan: Caritas Medan menyerahkan bantuan ke Keuskupan Sibolga (beras 2,5 ton, air minum, mie instan, susu, minyak goreng, gula, biskuit, pakaian, sayuran segar, bumbu dapur, obat-obatan).
Wilayah Keuskupan Sibolga
● Respon darurat banjir, longsor, cuaca ekstrem (29 Nov–7 Des 2025) di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
● Shelter: 5 titik menampung 610 KK (±3.050 jiwa) dengan tikar, terpal, selimut, dan dukungan pangan.
● Distribusi pangan: 26 Nov–4 Des, rata-rata 300–400 paket/hari (±2.700–3.600 paket).
● Layanan kesehatan: 6–7 Des, tim medis melayani 141 orang dengan keluhan diare, penyakit kulit, ISPA.
● Distribusi bantuan: menjangkau 1.310 KK (±6.550 jiwa) di 8 desa/kelurahan (Pandan, Hamatete, Pinangsori, Sugusagi, Sugusapu Hutagodang, Sibolga Kota, Pangaribuan, Ujung Padang).
● Komposisi paket bantuan: beras, gula, minyak goreng, mie instan, susu kental, ikan kaleng, biskuit, kopi/teh, sabun, sampo, pasta gigi, ember 20L, diapers, handuk, pakaian, serta alokasi khusus (beras 30kg untuk rumah hancur, pakaian untuk Sugusagi).
Wilayah Keuskupan Padang
● Rapid assessment & koordinasi lapangan bersama CRT, paroki, BNPB, BPBD.
● Koordinasi rutin dengan Caritas Indonesia melalui pertemuan virtual.
● Dapur umum: 2 titik, menyediakan ±200 porsi/hari selama 7 hari (±1.400 porsi).
● Distribusi bantuan: 293 KK (±1.465 jiwa) menerima hygiene kit, ember, sekop (282 unit), gerobak sorong (40 unit), air minum, beras, telur, ikan kaleng, minyak goreng, biskuit, bawang, cabai, dll.
● Total cakupan: ±1.665 orang (293 KK + layanan dapur umum).
INFOGRAFIS RESPON TANGGAP DARURAT

KONTAK PERSON
1. Rudy Raka (ER-DRR Coordinator)
Email: rudyraka@karina.or.id | Phone: +62 853-3333-3831
2. Adi Rusprianto (ER-DRR Officer)
Email: belarasacaritas@gmail.com | Phone: +62-858-1-3333-897
FOTO-FOTO:







Caritas Indonesia (Yayasan KARINA) didirikan secara resmi pada tanggal 17 Mei 2006 dan merupakan lembaga kemanusiaan resmi milik KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) dengan mandat sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan penggerak Gereja Katolik di Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan, terutama untuk membantu para penyintas bencana alam dan bencana akibat ulah manusia.

