Hari Rabu, Pekan Adven II
St. Miltiades
B. Petrus Fourier
SP. Maria dari Loreto
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yesaya 40:25-31
Tuhan yang mahakuasa memberi kekuatan kepada yang lelah.
Bacaan dari Kitab Yesaya:
Yang Mahakudus berfirman, “Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku? Siapa yang setara dengan Daku?
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah! Siapa yang menciptakan semua bintang itu? Siapa yang menyuruh mereka keluar seperti tentara, sambil memanggil nama mereka masing-masing? Tidak ada satu pun yang tak hadir, sebab Dia itu mahakuasa dan mahakuat.
Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini, “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?” Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar? Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta. Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Pengertian-Nya tidak terduga. Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung. Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama rajawali yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 103:1-2.3-4.8.10; R:1a
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
- Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupakan akan segala kebaikan-Nya!
- Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
- Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
Bacaan Injil: Matius 11:28-30
Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih lesu.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Dalam kehidupan modern yang sering kali terasa sangat sibuk, berat, dan melelahkan, perkataan Yesus dalam Injil hari ini memberikan kepada kita harapan dan penghiburan. Banyak dari kita yang menanggung beban-beban berat, baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Kita mencari-cari kelegaan dan ketenangan untuk beristirahat, namun sering kali mencarinya di tempat-tempat yang salah.
Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya. Ia tidak menjanjikan bahwa segala masalah kita akan hilang atau bahwa kehidupan akan menjadi mudah secara tiba-tiba. Namun, Ia menjanjikan kelegaan dan ketenangan jiwa. Ia mengerti apa yang kita butuhkan. Ia lemah lembut dan rendah hati, siap untuk mendengarkan tanpa menghakimi, membimbing, dan menopang kita.
Menerima ajakan Yesus untuk memikul kuk-Nya berarti menerima jalan hidup yang Ia ajarkan, sebuah jalan yang ditandai dengan kasih, kerendahan hati, dan pelayanan. Ini mungkin terdengar menantang, tetapi Yesus menjanjikan bahwa kuk-Nya menyenangkan dan beban-Nya ringan. Dalam Dia, kita akan menemukan ketenangan jiwa, kekuatan untuk berjuang, dan kegembiraan dalam melayani.
Tuhan, berilah kami keberanian untuk menerima pelayanan yang Engkau percayakan kepada kami, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

