Berjalan Bersama, Peziarah Pengharapan, Gereja Katolik Indonesia, Tahun Yubileum, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Komsos KWI, Sinodalitas, Keuskupan Larantuka, Kesukupan, OMK, Orang Muda Katolik, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Leo XIV, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan, Renungan Harian Katolik Sabtu 22 November 2025, Uskup Terpilih, Uskup Larantuka, Para Uskup Indonesia, Paus Leo XIV, Vatikan, Gereja Katolik, Komsos Kwi, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI

Paus Leo XIV menyampaikan kedekatannya dan mendoakan jutaan orang yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera dan di berbagai wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kepedulian dan doa Bapa Paus Leo ini diberitakan oleh berita resmi Vatican News, dengan judul “Pope Leo XIV prays for victims of floods in Southeast Asia”.

Vatican News menyampaikan bahwa sudah ditemukan sebanyak 883 korban meninggal di Sumatera. Jumlah ini berdasarkan data per 5 Desember 2025. (Jika kita baca berita detik.com, ternyata data per 8 Desember 2025, sudah mencapai 950 orang meninggal yang sudah ditemukan). Tentu masih bertambah jumlah korban meninggal karena masih banyak yang belum ditemukan.

Bapa Suci Paus Leo XIV mendoakan secara khusus para korban bencana itu pada hari Minggu, 7 Desember 2025, dalam Doa Angelus. Bahkan, Paus Leo XIV juga mendoakan keluarga-keluarga yang berduka atas kehilangan orang-orang terkasih mereka.

Serukan Bantuan Internasional

Dalam doa Angelus itu, Paus Leo XIV juga menyerukan kepada komunitas-komunitas internasional untuk menunjukkan tanda-tanda konkret solidaritas melalui bantuan kemanusiaan.

Bapa Paus mengatakan: “Saya merasa dekat dengan rakyat Asia Selatan dan Asia Tenggara – Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia – yang telah mengalami tantangan berat akibat bencana baru-baru ini. Saya mendoakan para korban, keluarga yang berduka atas kehilangan orang-orang terkasih mereka, dan semua yang memberikan bantuan. Saya mendesak komunitas internasional dan semua orang yang berbaik hati untuk mendukung saudara-saudari kita di wilayah tersebut dengan tindakan konkret sebagai bentuk solidaritas.”

Solidaritas Gereja Lokal

Tim darurat dan posko bencana terus membantu korban banjir yang melanda berbagai wilayah di Asia itu.

Laporan dari berbagai sumber, menyebutkan bahwa banyak desa di Sumatera – Indonesia dan Sri Lanka masih tertimbun lumpur dan puing-puing, dan sekitar 900 orang masih hilang di kedua negara tersebut.

Sebagai tanggapan atas bencana mencekam itu, para biarawan Kapusin di Sumatra Utara, Indonesia, menyambut keluarga-keluarga yang terpaksa mengungsi akibat banjir ke biara-biara mereka.

Berbicara kepada jurnalis media Fides News Agency, Pastor Yoseph Norbert Sinaga, Superior Provinsial Ordo Kapusin Sibolga, mengatakan bahwa yang terburuk telah berlalu, namun ia menambahkan bahwa krisis kemanusiaan baru saja dimulai akibat banyaknya orang yang kehilangan tempat tinggal.

Banyak korban meninggal di wilayah Keuskupan Sibolga akibat banjir bandang yang disertai tanah longsor.

Pastor Yoseph mengatakan: “Saat ini kami menderita karena kekurangan air dan listrik, tetapi yang paling parah adalah kekurangan air minum.  Bahkan kami di biara pun tidak memiliki air dan harus mengambilnya dari mata air di hutan.”

“Sekarang saudara-saudari kita membutuhkan bantuan segera. Ke depan, kami juga akan berusaha membantu membangun kembali rumah-rumah mereka.”

Selain dari berita Vatican News di atas, kita juga mendapatkan informasi bahwa Caritas Indonesia (Carina) dan Caritas Sibolga, Medan dan Padang bergerak cepat membantu para korban. Donasi dari berbagai keuskupan, paroki dan umat dari seluruh Indonesia juga terus berdatangan.

Ada banyak umat yang menyalurkan donasi mereka. Ada yang menyampaikan solidaritas dalam bentuk donasi uang, makanan, air minum, dan pakaian.

Ada juga umat yang bergabung dengan para suster, pastor, frater untuk memasak makanan di dapur umum untuk para korban. Ada yang kerja keras menerobos jalan berlumpur untuk menyalurkan bantuan ke berbagai tempat.

Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor ini pasti masih lama. Perlu disalurkan juga obat-obatan bagi para korban. Pembangunan kembali fasilitas umum – sekolah, klinik kesehatan, gereja dan lain sebagainya pasti membutuhkan banyak dana. Demikian juga, perlu dibantu warga untuk membangun kembali rumah-rumah mereka.

Bapa Paus Leo XIV telah meminta komunitas-komunitas internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban. Kita, dari komunitas lokal – umat Gereja Stasi, Paroki, Keuskupan dan Ordo/Kongregasi religius– juga perlu membantu Saudara-Saudari kita.