Beranda Jendela Alkitab Harian Melayani yang Menyakiti

Melayani yang Menyakiti

Kamis, 10 April 2014, MELAYANI YANG MENYAKITI Kej 17:3-9; Yoh 8: 51-59

“Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia…” (Yoh.8: 59a)

“…Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia. Kuingin kulupakannya..”, begitulah sebaris syair lagu pop “Lumpuhkanlah Ingatanku” yang lagi nge-top, dinyanyikan oleh group band Geisha. Syairnya mencerminkan semangat untuk menyingkirkan. Semangat ini dimiliki oleh banyak orang terhadap sesamanya kalau sudah tidak cocok, tidak sepaham lagi dan enggan untuk berhubungan dengan orang lain yang sudah menyakiti hatinya. Kalau lagu ini menjadi top mungkin bukan hanya karena nadanya yang ringan-enak didengar, mungkin juga karena syairnya mewakili sebagian dari pengalaman hidup kita. Kalau demikian, apakah bedanya kita dengan orang Yahudi? Orang Yahudi yang tak sepaham dengan Yesus, selalu bersemangat untuk menyingkirkan Yesus dari tengah-tengah mereka.

Semangat penyingkiran orang Yahudi Ini pulalah yang menjadi ujian yang tak pernah usai sepanjang karya Yesus. Yesus selalu menghadapi kebebalan orang-orang Yahudi. Mereka begitu kukuh pada keyakinannya sendiri sehingga sulit untuk menerima pembaruan-pembaruan yang dibawa oleh Yesus Kristus. Bukan saja tidak menerima perkataan-Nya bahkan diri Yesus pun siap mereka lempari batu (ayat.59). Yesus hendak mereka singkirkan! Dan Yesus tak pernah bergeming. Ia tetap menyayangi orang-orang Yahudi meski mereka bebal. Yesus tetap tak berhenti mewartakan Kerajaan Allah kepada mereka. Akhirnya kita tahu, puncak penyingkiran mereka terhadap Yesus, terjadi di bukit Golgota, mati di kayu salib.

Di masa prapaskah ini, apakah kita ingin tetap memiliki semangat melupakan atau menyingkirkan orang yang tak sepaham atau tak cocok dan suka menyakiti hati kita? Ataukah kita ingin mengikuti semangat Yesus Kristus, meski disingkirkan, dilempari batu, dihina, disakiti tetapi tidak balik menyingkirkan malahan tetap mau melayani dan menyelamatkan mereka. Di masa prapaskah ini kita diajak untuk menghayati tema “Dipilih untuk Melayani”. Seturut peristiwa Yesus dalam Injil hari ini, kita juga dipilih untuk melayani orang yang membenci kita, yang telah menyakiti hati atau tak sepaham dengan kita. Jangan hanya merasa dipilih untuk melayani orang yang mengasihi kita atau orang yang kita kasihi dan membutuhkan pertolongan. Kita diajak untuk melayani orang yang memiliki semacam “semangat menyingkirkan” dengan membangun kesadaran mereka untuk hidup dan bertindak mengutamakan kasih, sejauh dan semampu yang bisa kita lakukan.

Pertanyaan reflektif:

Apakah selama ini kita hanya membantu dan melayani mereka yang “tahu berterima-kasih” kepada kita dan berhenti melayani kalau mereka menyakiti dan tak sepaham serta tak sesuai dengan keinginan kita?

Doa:

Allah Bapa yang penuh kasih. Putera-Mu menjadi teladan bagi kami, bagaimana bertindak penuh kasih kepada setiap orang demi keselamatan sesama. Bimbinglah kami untuk dapat melayani seperti Putera-Mu dan mampukan kami untuk semakin bijaksana menyikapi pelbagai situasi yang kami alami dalam kehidupan ini. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

(RD. M.Harry Sulistyo)