MIRIFICA.NET – Di gedung KWI, 22 April 2026, diselenggarakan Rapat Perdana Persiapan Indonesian Youth Day (IYD) IV secara daring dan luring. Hadir secara luring, ketua dan wakil ketua Panitia Pelaksana IYD IV, Rm Iven Kocu dan Rm Alex Laike. Keduanya adalah imam diosesan Keuskupan Manokwari Sorong. Selain itu, hadir juga Sekretaris Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komkep KWI) dan ketua Panitia Pengarah, Rm. F Kristi Adi. Secara daring, Mgr Maksimus Regus, Ketua Komkep KWI, dan para ketua Komkep Keuskupan-Keuskupan di Indonesia ditemani para pengurusnya juga hadir. Rapat Nasional ini menyampaikan beberapa informasi yang telah ditetapkan panitia pengarah dan panitia pelaksana kepada para ketua Komkep sekaligus menjadi kick off pra IYD secara nasional.
IYD IV akan dilaksanakan pada 24-30 Juni 2027 di Keuskupan Manokwari Sorong dengan tema “OMK Tangguh Merajut Damai” dengan landasan biblis Yohanes 16:33: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Tema ini memuat tiga fokus penting. Pertama, OMK Tangguh adalah gambaran profil OMK berintegritas yang berani, rela berkorban, punya daya tahan, aktif dan inisiatif meski menghadapi krisis iman, kesepian, kehilangan arah. Gambaran, perjuangan, dan harapan ini diperkuat melalui relasi yang kuat dengan Kristus dan Gerejanya, sense of Christ dan sense of Church. Hal yang sama ditegaskan oleh Mgr Maksimus sebagai ketua Komkep KWI dalam sapaan awal pertemuan ini, bahwa orang muda adalah bagian penting dari Gereja yang bersinodal, Gereja yang berjalan bersama. Fokus yang kedua, adalah “Merajut”. Merajut adalah kata kerja aktif yang menunjukkan keberanian OMK untuk keluar dari dirinya, mengubah situasi carut-marut menjadi berbentuk dan bermakna. Keberanian ini menunjukkan sense of crisis, melawan sofa christianity. Dan ketiga, “damai”. Damai menunjuk situasi batin dan pengharapan atas terbangunnya jembatan kasih dan harapan di tengah egoisme manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan, dan konflik. OMK yang tangguh berani keluar dari dirinya untuk menjadi misionaris pengharapan dan damai.
Mgr Maksimus menyebut dalam sapaan awalnya bahwa pemilihan Papua sebagai tuan rumah ini tentu bukan suatu kebetulan. Ini adalah momen penuh rahmat dan Sorong menjadi locus theologicus-nya, tempat kehadiran Allah yang menjadi narasi besar Tanah Damai. Persis, Orang Muda Katolik yang akan berkumpul di Sorong dalam IYD IV ini menyuarakan damai dan harapan, seperti halnya harapan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025 tentang ajakan untuk menjadi pelita di tengah kabut.
Rm Iven dan Rm Alex secara bergantian kemudian menyampaikan beberapa informasi mengenai IYD IV ini. IYD IV akan mengembalikan “ritme” IYD I dan II yang menempatkan live in sebagai bagian dari pertemuan IYD. Live in akan diselenggarakan di 8 wilayah (TPW: Tim Pastoral Wilayah) di Keuskupan Manokwari Sorong pada tanggal 24-26 Juni 2027. Beberapa wilayah yang cukup jauh menetapkan live in dimulai 23-25 Juni. 26-30 Juni menjadi puncak perjumpaan OMK seluruh Indonesia dengan dua venue utama Seminari Menengah Petrus Van Diepen dan Paroki Katedral Kristus Raja Sorong.
Rm Alex menyampaikan tiga kegiatan pra IYD untuk seluruh OMK Indonesia yang lomba membuat logo IYD IV dan lomba membuat theme song IYD IV. Dua lomba ini lebih-lebih memberi ruang bagi OMK untuk terlibat dengan karya mereka. Satu kegiatan pra IYD untuk Komkep Keuskupan adalah merefleksikan tema IYD IV ini dalam ruang yang kontekstual dengan Keuskupannya yang nantinya akan dirumuskan dalam Salib IYD Keuskupan. Salib IYD Keuskupan inilah yang akan dikirab di paroki-paroki keuskupan masing-masing. Salib yang kemudian akan dibawa ke Sorong ini menjadi simbol kehadiran seluruh OMK di Indonesia.
Setelah dialog dengan para ketua Komkep, pertemuan ini diakhiri dengan penegasan bersama bahawa peserta adalah peziarah dan bukan wisatawan. Sejak awal, OMK dan pendamping musti membangun disposisi ini, bersyukur atas rahmat perjumpaan dengan Kristus dan orang muda, namun juga siap mengalami pengalaman lelah, tidak nyaman, pengalaman mengejutkan yang berahmat. Komkep KWI juga secara khusus memohon kebesaran hati semua ketua Komkep Keuskupan yang dalam hal ini mewakili keuskupan-keuskupan di Indonesia untuk mendukung Keuskupan Manokwari-Sorong sebagai penyelenggara agar semua berjalan dengan baik, lancar, dan aman. *Komisi Kepemudaan
***



Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
