VATIKAN – Paus menunjuk Yang Mulia Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia sekaligus untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Pengangkatan tersebut diumumkan melalui keterangan pers Kantor Pers Takhta Suci pada Rabu.
Sebelum menerima penugasan baru ini, Mgr. Walter Erbì menjabat sebagai Nunsius Apostolik untuk Liberia, Sierra Leone, dan Gambia. Ia juga menyandang gelar Uskup Agung Tituler Nepi.
Sebagai Nunsius Apostolik, Mgr. Walter Erbì akan menjadi wakil diplomatik Paus dan Takhta Suci untuk Republik Indonesia sekaligus mewakili Takhta Suci pada ASEAN yang berkedudukan di Jakarta. Dalam tugasnya, ia berperan mempererat hubungan antara Takhta Suci dengan Pemerintah Indonesia dan Gereja Katolik di Indonesia, sekaligus memajukan dialog, kerja sama, dan persahabatan dengan negara-negara anggota ASEAN.
Mgr. Walter Erbì lahir di Turin, Italia, pada 8 Januari 1968. Ia merupakan seorang Uskup Agung Katolik sekaligus diplomat berpengalaman Takhta Suci. Setelah ditahbiskan menjadi imam pada Mei 1992 untuk Keuskupan Iglesias, Italia, ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Doktor Hukum Kanonik. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan diplomatik di Pontifical Ecclesiastical Academy di Roma, lembaga bergengsi yang mempersiapkan para diplomat Takhta Suci.
Ia resmi bergabung dengan korps diplomatik Vatikan pada tahun 2001. Selama lebih dari dua dekade, Mgr. Walter Erbì mengemban berbagai penugasan diplomatik di Filipina, Italia, Amerika Serikat, dan Turki. Pengalaman tersebut membentuk kiprahnya sebagai diplomat yang menangani hubungan Takhta Suci dengan berbagai negara dan Gereja lokal di berbagai kawasan dunia.
Pada 16 Juli 2022, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai Nunsius Apostolik untuk Liberia sekaligus Uskup Agung Tituler Nepi. Sepuluh hari kemudian, tepatnya pada 26 Juli 2022, ia menerima penugasan tambahan sebagai Nunsius Apostolik untuk Sierra Leone. Selanjutnya, pada 24 November 2022, Paus kembali mempercayakan kepadanya tugas sebagai Nunsius Apostolik untuk Gambia.
Selama menjalankan misi diplomatiknya di Afrika Barat, Mgr. Walter Erbì secara rutin melakukan kunjungan pastoral ke berbagai keuskupan, bertemu para kepala negara untuk menyerahkan surat-surat kepercayaan sebagai wakil resmi Paus, serta membangun hubungan erat dengan pemerintah dan Gereja setempat. Ia juga dikenal aktif memajukan dialog antaragama, mendorong rekonsiliasi, dan mengupayakan perdamaian sebagai bagian dari misi diplomasi Takhta Suci.
Penunjukan Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN menandai dimulainya babak baru pelayanan diplomatik Takhta Suci di kawasan Asia Tenggara. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam korps diplomatik Vatikan dan berbagai penugasan di Asia, Eropa, Amerika, serta Afrika, ia diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Takhta Suci, Gereja Katolik di Indonesia, Pemerintah Indonesia, dan negara-negara anggota ASEAN.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

