Beranda KWI KOMSOS KWI Pembekalan Pemandu Katekese APP 2018 Se-TPW Fakfak

Pembekalan Pemandu Katekese APP 2018 Se-TPW Fakfak

UPACARA Penerimaan Abu tinggal menghitung hari. Dalam bahasa liturgis, kita sering menyebutnya Rabu Abu, yang untuk tahun 2018 dirayakan tanggal 14 Februari. Penerimaan Abu sebagai permulaan masa Prapaskah. Dalam kurun waktu 40 hari, umat katolik diajak untuk membangun sikap tobat, memperbaharui relasi dengan Allah, sesama dan seluruh alam semesta. Usaha tobat ini diwujudkan dengan menjalani Pantang dan Puasa serta memperbaiki sikap dan relasi kita demi keutuhan ciptaan dan menjalankan perbuatan amal kasih.

Ada aneka kegiatan liturgis yang dijalankan umat katolik selama masa prapaskah ini. Khusus di Keuskupan Manokwari Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega menyiapkan umat keuskupannya memasuki masa tobat ini dengan pembekalan pemandu katekese Aksi Puasa pembangunan (APP) 2018.

Seperti di Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak, diadakan pembekalan pemandu katekese APP bagi para pengurus lingkungan, stasi dan dewan paroki. Difasilitator oleh Rm. Stepanus Istoto Raharjo, Pr, selaku Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Manokwari Sorong, berlangusng pembekalan bagi ratusan petugas pastoral stasi dan paroki di TPW Fakfak. Acara yang berlangsung sehari ini, diadakan di Aula SMA YPPK St. Donbosco Fakfak, 10 Februari 2018. Hadir dalam kesempatan tersebut Pastor John Tala, Pr selaku koordinator Pastoral TPW Fakfak yang juga turut membuka pembekalan tersebut.

Umat yang berasal dari 4 paroki di TPW Fakfak dengan penuh antusias mendengarkan pemaparan fasilitator saat mendalami tema APP 2018 “Membangun Solidaritas Sosial demi Keutuhan Ciptaan”. Tema ini diuraikan menjadi 4 sub tema untuk didalam oleh umat dalam lingungan, kelompok selama 4 kali pertemuan.

RD. Istoto Raharjo, Ketua Komisi Kateketik KMS bersama RD. John Tala, koordinator TPW Fakfak sedang memberikan sambutan.

Pertemuan pertama membahas sub tema: Solidaritas Sosial: Cita-cita dan Harapan. Mengajak umat untuk menyadari pentingnya membangun solidaritas sosial dalam hidup bersama, saling membantu, saling menghargai, saling menjaga dan merawat.

Pekan kedua mendalami sub tema: Manusia sebagai Pelaku Utama. Mengajak umat untuk menyadari bahwa pelaku utama dalam menjaga keutuhan ciptaan termasuk alam lingkungan adalah kita manusia.

Pada pertemuan ketiga: Ketidakberdayaan dan Kegagalan Manusia. Umat diajak menyadari diri sebagai manusia lemah dan takberdaya yang terkadang tidak mampu menjaga keutuhan ciptaan. Karenanya melalui pertemuan ini diajak untuk waspada dan tetap memiliki komitmen dan keteguhan hati menjaga utuhnya ciptaan.

Pertemuan keempat : Membangun Solidaritas demi Keutuhan Ciptaan. Dalam pertemuan terakhir ini, umat diajak menyadari bahwa setiap manusia memiliki panggilan hidup dalam karya penciptaan dan penyelamatan lewat tugas dan tanggungjawab kita masing-masing.

Respon peserta sangat baik terhadap materi katekese maupun metode pembekalan yang disampaikan ketua Komisi Kateketik KMS. Hal ini nampak dari pengakuan salah satu peserta yang kami wawancara. Bapak Paulus Heremba,  dari Stasi Santo Petrus Kramongmongga menyampaikan bahwa “Pembekalan ini  bagus dan sangat positif karena bukan hanya membahas katekese APP  tetapi juga hal-hal dalam  katekese yang berkembang saat ini. Ini ajang memperbaharui pengetahuan kami selaku para pemandu dan harapannya sebagai umat semoga kegiatan ini dapat terus ditingkatkan”.

Pembekalan juga dirangkai dengan sesi tanya jawab yang terkait dengan pengalaman nyata atau kendala-kendala yang dihadapi para pemandu katekese. Mereka menyampaikan kesulitan baik berkaitan  keterbatasan kemampuan maupun kurangnya minat umat untuk menghadiri katekese.

Menanggapi keluhan para peserta ini, Rm. Istoto tetap berharap para peserta yang telah diberikan pembekalan dapat menyajikan katekese APP yang menarik dan baik sesuai kondisi umat setempat  agar  sungguh terbantu dalam permenungan. .

 

Penulis berita: Marthina Fifin Da Lopez (Komisi Komsos Paroki St.Paulus Fakfak)

Kredit Foto: Peserta Pembekalan Materi APP 2018 (Doc.Yustus Mendopma) 

Editor: RD. Kamilus P.