Home BERITA Pembukaan Sidang Sinodal Konferensi Waligereja Indonesia Tahun 2022: Berjalan Bersama: Persekutuan-Partisipasi-Misi

Pembukaan Sidang Sinodal Konferensi Waligereja Indonesia Tahun 2022: Berjalan Bersama: Persekutuan-Partisipasi-Misi

2022, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Komisi Kataketik KWI, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, Katakese, Umat Katolik, Sidang Uskup, Uskup Indonesia, sidang sinodal

MIRIFICA.NET, Bandung – Sidang Sinodal KWI tahun 2022 resmi dibuka. 32 Uskup; 2 Uskup Emeritus; 1 Administrator Diosesan; Nunsio Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo; Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom; Plt. Dirjen Bimbingan Masyarakat  Katolik, Bpk. AM Adiyarto Sumardjono; Perwakilan Unio (Paguyuban Para Imam Diosesan Indonesia); Koptari; Perwakilan para suster (IBSI) dan Mitra pelayanan lain, hadir pada pembukaan sidang. Para Uskup  akan bersidang dan mengadakan pemilihan fungsionaris baru  mulai Senin 14 November sampai Jumat 18 November 2022 di Aula Yohanes Paulus II , Bumi Silih Asih, Bandung.

Sidang dibuka dengan menyanyikan lagu doa Veni Creator Spiritus (Datanglah Roh Mahakudus) dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemanggilan nama-nama para uskup satu persatu, kemudian secara resmi sidang dibuka oleh Ketua KWI, Ignatius Kardinal Suharyo dengan mengetuk Palu Sidang sekaligus memberikan kata-kata pembuka.  

Kardinal Suharyo, pertama-tama mengajak para peserta untuk mensyukuri kesempatan boleh terlaksananya sidang ini. “Setelah membatalkan samasekali Sidang Tahunan 2020 dan Tahun 2021 mengadakan Sidang Tahunan dengan sangat sederhana, tahun ini kita bisa kembali berkumpul bersama secara offline meskipun pandemi COVID 19 belum lewat” ungkap bapa Kardinal yang berturut-turut sudah 3 periode sebagai Ketua KWI ini.

Selanjutnya Uskup Agung Jakarta ini meminta semua peserta sidang untuk mengenang kembali dalam kasih para Bapa Uskup yang meninggal dunia sesudah sidang pada tahun 2019 (Alm Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFM.Cap, Uskup Padang-19 November 2019; Alm.Mgr Julianus Sunarka, SJ,  Uskup Emeritus Purwokerto-26 Juni 2020; Alm. Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFM.Cap, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan dan Administrator Apostolik Keuskupan Sibolga-7 November 2020; Alm.Mgr. F.X. Hadismarta, O.Carm, Uskup Emeritus Sorong-Manokwari-12 Februari 2022; dan Alm. Mgr. Hubertus Leteng- Uskup Emeritus Ruteng, 31 Juli 2022).

Secara khusus Bapa Kardinal mengucapkan selamat datang kepada para Uskup yang ditahbiskan pada periode antara Sidang KWI 2019 sampai Sidang KWI 2022 (Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Ruteng – 19 Maret 2020; Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, Uskup Sibolga-29 Juli 2021; Mgr. Vitus Rubianto Solichin, SX, Uskup Padang 7 Oktober 2021; Mgr. Seno Ngutra, Uskup Amboina-23 April 2022; Uskup Valentinus Saeng, CP, Uskup Sanggau-22 November 2022; Mgr. Yanarius Teofilus Matopai You, yang diangkat sebagai Uskup Jayapura pada tanggal 29 Oktober 2022 dan Mgr. Michael Andrew Pawlowicz Sekretaris Nunciatura yang baru).

“Tetap dalam hati kita, para Bapak Uskup Emeritus yang pasti tidak akan pernah kita lupakan. Karena tidak sedikit Uskup baru yang bergabung dalam KWI, kiranya baik kita sampaikan para Bapak Uskup senior kita yang sudah purna bakti : Uskup Anton Pain Ratu, SVD, Uskup Emeritus Atambua (92 tahun); Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ, emeritus Uskup Agung Jakarta (87 tahun); Uskup Agung A.G.P. Datubara, OFMCap, emeritus Uskup Agung Medan  (87 tahun); Uskup Blasius Pujaraharja, emeritus Uskup Ketapang (86 tahun); Uskup Michael Angkur, OFM, emeritus Uskup Bogor (84 tahun); Uskup Hironimus Bumbun, OFMCap, emeritus Uskup Agung Pontianak (84 tahun); Uskup Theodorus Suwatan, MSC, emeritus Uskup Manado  (81 tahun); Bapak Uskup Kherubim Pareira, SVD, emeritus Uskup Maumere (80 tahun); Uskup Agung Nico Adiseputra, MSC, emeritus Uskup Agung Merauke (62 tahun); Uskup Agung Aloysius Sudarso, SCJ, emeritus Uskup Agung Palembang (76 tahun)). lanjut Bapa Kardinal.

Plt.Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Bimas Katolik) Bpk. AM Adiyarto Sumardjono mengajak masyarakat Katolik untuk semakin terlibat dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara. bahwa kita semua dipanggil dan wajib menjalankan perutusan, memiliki kewajiban untuk turut berperan aktif mewarnai kehidupan bermasyarakat dengan semangat Kristiani. Peran ini juga seiring dengan semangat hidup berbangsa dan menggereja masyarakat Katolik Indonesia, yaitu keteguhan pada iman serta kecintaan pada bangsa dan negara—100% Katolik, 100% Indonesia.

Dengan peran strategis yang dimiliki oleh Bimas Katolik sebagai jembatan antara Pemerintah dengan masyarakat Katolik/Gereja Katolik. Direktorat Jenderal Bimas Katolik mendengar, menerima dan merangkum harapan-harapan umat Katolik. Disinilah kemitraan Pemerintah dengan Gereja Katolik yang dijembatani oleh Konferensi Waligereja Indonesia akan mampu mewujudkan peran Direktorat Jenderal Bimas Katolik dalam mendengar dan memberi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi umat Katolik. Di sini pulalah dukungan Gereja kepada Pemerintah dalam membangun kualitas iman dan ketakwaan umat terwujud. tuturnya.

Sementara itu Pendeta Gomar Gultom, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dalam kata sambutannya menyatakan bahwa KWI adalah mitra kerja sama yang strategis bagi PGI. Dan perjalanan bersama KWI-PGI selama ini telah semakin mempererat persaudaraan dan semakin mendekatkan satu sama lain. Selain menyampaikan ucapan selamat bersidang, Pendeta Gultom, mengungkapkan bahwa dalam menjalankan misi yang Tuhan embankan, yang sekaligus sebagai wujud partisipasi sebagai anak bangsa. Meski tentu ada banyak perbedaan-perbedaan, baik itu teologis maupun perilaku keorganisasian. Namun dalam perjalanan selama ini selalu ada itikad baik bersama untuk tetap berjalan beriringan, dan saling belajar satu sama lain.

“Tugas dan tanggung-jawab kita sebagai gereja, untuk berjalan bersama, sebagai persekutuan murid-murid Kristus untuk ikut berpartisipasi bersama sebagai elemen bangsa yang berkehendak baik, menggapai keadilan, kemanusiaan, kesetaraan dan kesejahteraan bagi seluruh masayarakat”. Ungkap Pendeta Gultom.

Nunsius Apostolik, Mgr. Piero Pioppo dalam sambutannya menyampaikan salam Bapa Suci kepada para uskup yang bersidang:  Atas nama Bapa Suci saya ingin berterimakasih kepada anda masing-masing atas kedekatan anda dengan kawanan domba anda selama bulan-bulan yang Panjang di masa lalu, saat itu tidaklah mudah untuk mengumpulkan komunitas paroki dan keuskupan atau untuk secara fisik menjangkau stasi-stasi dan semua tempat yang mengharapkan kehadiran uskup.  Saya pastikan saya juga tidak berhenti mengunjungi anda di gereja lokal anda untuk menyemangati dan disemangati oleh anda dalam misi saya. Ada begitu banyak ungkapan persaudaraan dan kedekatan yang membuat kita tetap dekat dan mendorong kita untuk saling bekerja sama dalam kebun anggur Tuhan.

Nunsius Apostolik berkebangsaan Italia ini menambahkan bahwa “Kita semua akan Bersama berjalan, dalam suasana persaudaraan, dan terbuka kepada masa depan, yang ditandai dengan kesetiaan kepada Kristus, dan dalam persekutuan dengan Bapa Suci, dalam tradisi gerejawi yang asli. Dan ini dilakukan, agar kita melayani dengan lebih baik, masyarakat yang sangat beragam, yang membentuk Negara-Kepulauan kita, dan yang harus dibantu untuk tetap bersatu, solider, dan hidup, dalam setiap bagiannya. Di bagian akhir sambutannya Mgr. Piero Pioppo yang barus saja menjadi uskup penahbis utama penahbisan Uskup Sanggau yang baru menyatakan kembali kesatuan para uskup dengan bapa suci di Roma: Saya ingin memastikan kepada anda bahwa hati Bapa Suci ada bersama kita dan saya yakin hati Gereja-Gereja di Indonesia, juga ada bersama dengan Paus!

Mari kita sama-sama mendoakan Sidang Sinodal KWI Tahun 2022 berlangsung dengan lancar dalam semangat berjalan bersama, mengayunkan langkah seiring sejalan untuk mewujudkan persekutuan, partisipasi dan perutusan dalam rangka melaksanakan misi pastoral gerejani dan saling koordinasi antar Keuskupan seluruh Indonesia.

Previous articleBonum Depositum Dei, Arti Logo dan Motto Tahbisan Uskup Sanggau, Mgr. Valentinus Saeng, CP
Next articleSidang Sinodal KWI Hari Pertama: Gerak Konferensi Waligereja Indonesia di Bidang Sosial Kemasyarakatan