Komsos Keuskupan Atambua Gelar Pembekalan dan Launching KaTv “Terang Sabda di Tapal Batas”, Peringati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, Komsos Keuskupan Atambua Gelar Pembekalan dan Launching KaTv “Terang Sabda di Tapal Batas”, Samuel Krismanto, omisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), launching Keuskupan Atambua TV (KaTv), “Terang Sabda di Tapal Batas.”

ATAMBUA-MIRIFICA.NET – Menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Atambua menggelar pembekalan produksi TV streaming dan pelatihan host bagi para volunter Komsos dari paroki-paroki di wilayah Keuskupan Atambua. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 15–16 Mei 2026, di Emaus Pastoral Center.

Pembekalan ini menghadirkan Samuel Krismanto dari Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali berbagai materi seputar dunia media digital dan televisi streaming, mulai dari memahami pentingnya TV streaming bagi karya pewartaan Gereja, pemilihan platform yang tepat, struktur tim produksi, teknik reportase online dan offline, teknik penyiaran, hingga pelatihan presenter pastoral.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi kreatif seperti produksi program rohani, renungan harian, dialog iman dan komunitas, jejak iman di Tanah Timor, hingga strategi membangun Gereja melalui media digital. Usai penyampaian materi, para peserta langsung dibagi dalam kelompok-kelompok praktik untuk belajar menjadi presenter, mengambil gambar video, serta teknik fotografi jurnalistik.

Dalam penutupan pembekalan, Samuel Krismanto yang akrab disapa Mas Kris menegaskan bahwa karya komunikasi bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang membangun relasi dan jejaring pelayanan.

“Komsos itu tentang bagaimana kita berkomunikasi dengan sesama dan membangun relasi dengan banyak orang. Dalam Komsos kita menemukan jejaring dan ruang pewartaan Gereja melalui media,” ujarnya.

Mas Kris juga mengajak para peserta agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan komunikasi demi pelayanan Gereja yang semakin relevan di era digital.

Di akhir kegiatan, Ketua Komsos Keuskupan Atambua, RD. Inosensius Nahak Berek yang akrab disapa Romo Ino, memberikan pesan reflektif kepada para peserta. Ia mengingatkan agar para pegiat media Gereja tidak cepat merasa puas, tetapi terus belajar dan bertumbuh dalam kreativitas pelayanan.

“Jangan merasa puas, tetapi teruslah belajar. Media adalah jembatan antara iman dan dunia digital. Media bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan wahana yang menghidupkan pesan kasih Allah agar menjangkau setiap umat di mana saja,” ungkap Romo Ino.

Ia menambahkan bahwa komunikasi sejati bukan hanya soal cepatnya informasi tersampaikan, tetapi bagaimana komunikasi menghadirkan kebenaran, kasih, dan martabat manusia.

Romo Ino juga berharap para peserta semakin tekun mengembangkan kreativitas bermedia agar karya pewartaan Gereja mampu membantu banyak orang menemukan makna hidup dan menjadi berkat bagi sesama.

Salah satu peserta pembekalan dari Paroki Wini Perbatasan, Riki, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Dengan adanya pembekalan dan praktik langsung, saya sekarang sudah bisa menggunakan kamera untuk mengambil video dan foto,” katanya.

Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh 10 peserta utusan dari paroki-paroki di empat dekenat wilayah Keuskupan Atambua, yakni Dekenat Belu Utara, Malaka, Kefamenanu, dan Mena. Turut hadir pula kru Komsos Atambua dalam kegiatan tersebut.

Puncak peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 dilaksanakan pada 17 Mei 2026 melalui Perayaan Ekaristi di Emaus Pastoral Center. Dalam homilinya, Romo Ino kembali mengajak umat untuk menjaga cara berkomunikasi di tengah derasnya arus media sosial saat ini.

Mengangkat tema pesan Paus Leo XIV, “Jagalah Suara dan Jagalah Wajahmu,” Romo Ino menyoroti situasi dunia digital yang dipenuhi suara kemarahan, hinaan, kebencian, dan kata-kata yang melukai hati.

“Hari-hari ini orang lebih cepat mengetik daripada berpikir, lebih cepat menghakimi daripada memahami. Perlahan-lahan manusia mulai kehilangan dua hal penting: suara yang membangun dan wajah yang memancarkan kasih,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan suara untuk memberkati dan wajah untuk memancarkan cinta kasih. Karena itu, media komunikasi harus menjadi sarana menghadirkan harapan dan kasih Allah.

“Dalam Kitab Suci, Tuhan menciptakan dunia melalui Sabda-Nya. Kata-kata memiliki kuasa: bisa menghidupkan, tetapi juga bisa menghancurkan,” pesannya.

Usai Perayaan Ekaristi, Romo Ino bersama Ketua PSE dan Direktur Rumah Emaus, RD. Frederikus Oeleu secara resmi melaunching Keuskupan Atambua TV (KaTv) dengan tagline “Terang Sabda di Tapal Batas.”

Peluncuran KaTv menjadi tonggak baru karya komunikasi Gereja di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Dalam sambutannya, Romo Frederikus Oeleu, yang akrab disapa Romo Edo, menyampaikan apresiasi atas semangat para pegiat media Komsos Atambua.

“Proviciat Komsos Keuskupan Atambua. Melalui pelatihan dan pembekalan, hari ini KaTv resmi diluncurkan bertepatan dengan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60,” ujarnya.

Romo Edo juga berpesan agar para pegiat media terus mengembangkan kemampuan dan semangat pengorbanan dalam pelayanan komunikasi Gereja.

“Menjalankan tugas peliputan membutuhkan pengorbanan. Tetap semangat menghadirkan wajah Komsos Keuskupan Atambua melalui karya-karya komunikasi di tapal batas NKRI,” pesannya.

Turut hadir dalam launching KaTv para peserta pembekalan dari paroki-paroki se-Keuskupan Atambua, para Frater TOR, serta Tim Komsos Keuskupan Atambua.*

*Simpro Leki – Komsos Atambua