Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian │Selasa 16 Februari 2016 │Pekan Prapaskah I (U) │Onesimus; St....

Renungan Harian │Selasa 16 Februari 2016 │Pekan Prapaskah I (U) │Onesimus; St. Porforius; B. Simon dr Cascia│ Mat. 6;7-15│

Pergumulan dalam doa, www.mirifica.net

 Hal berdoa

Mat 6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Mat 6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Mat 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Mat 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Mat 6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
Mat 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
Mat 6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Mat 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Mat 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

 

Renungan

Betapa indahnya sabda hari ini yang mengatakan,” Firman yang keluar dari mulut Allah tidak akan kembali dengan sia-sia.” Hal itu berarti bahwa setiap sabda Tuhan mengandung kebenaran yang dapat menolong hidup kita mencapai kesempurnaan hidup. Firman itu menjadi standar bagi hidup kita, menemukan apa yang dikehendaki Tuhan bagi hidup kita.

Kita sering meminta banyak hal dalam doa-doa kita kepada Tuhan, tetapi sebenarnya Tuhan sudah mengetahuinya. Ketika kita berdoa, Kitab Suci mengajarkan agar kita membawa hati kita akrab dengan Tuhan. Doa yang baik adalah doa yang memberi waktu untuk hening mendengarkan suara Tuhan. Bukan doa yang panjang yang lebih baik, tetapi doa yang mengantar kita lebih dekat dengan Tuhan dan mengundang kita lagi untuk merindukan-Nya, itulah yang terbaik.

Ya Allah, ajarilah aku terus menghargai saat hening dalam doaku, agar aku belajar kebijaksanaan bersama-Mu. Buatlah aku mengeti bahwa Engkau Allah Yang Mahabijaksana, yang mengerti apa yang aku butuhkan, supaya aku berdoa dengan damai sejahtera. Amin.

=======

Kredit Foto: Pergumulan dalam doa, www.mirifica.net