Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Kamis: 17 Agustus 2017, Mat. 22:15-21

Renungan Harian, Kamis: 17 Agustus 2017, Mat. 22:15-21

UJUH puluh dua tahun yang lalu, atas nama seluruh rakyat Indonesia, Soekarno dan Hatta menyataan kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Selama bertahun-tahun para pejuang bangsa telah berusaha memperjuangkan kemerdekaan itu dengan merebutnya dari tangan bangsa asing yang menjajah negeri ini. Dalam cahaya iman akan Allah, kita memandang momentum sejarah itu sebagai saatnya Allah mengabulkan jeritan putra-putrinya selama berabad-abad.

Pada hari bersejarah ini, kita diingatkan lagi oleh pesan-pesan Allah lewat Kitab Suci untuk memaknai perjuangan mengisi kemerdekaan itu. Kitab Putra Sirakh menyajikan sejumlah nasihat bagaimana menjadi pemimpin bijaksana, bertanggung jawab dan mencintai rakyatnya sebagai orang yang dipilih dan dipimpin oleh Allah. Rasul Petrus mengingatkan sikap warga yang perlu taat kepada pemimpin negara. Yesus meragkum semua itu dalam, “berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah” (Mat.22:21)

Kemerdekaan sudah dimaklumkan. Tugas kita sebagai warga adalah membangun negeri ini menjadi tempat di mana anak-anak negeri ini mengalami dan mengaktualisasikan kemerdekaannya yang sejati, yakni kemerdekaan sebagai anak-anak Allah yang cinta damai dan cinta tanah air, yang rukun dan bersaudara dengan semua orang tanpa pandang suku, agama, rasa, dsb.

Ya Allah, syukur atas kurnia kemerdekaan ini; mampukanlah aku untuk turut serta membangun negeri ini menjadi tempat hunian yang aman, damai dan sejahtera. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Soekarno-Hatta