Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Rabu: 25 Mei 2016│Mrk. 10:32-45│

Renungan Harian, Rabu: 25 Mei 2016│Mrk. 10:32-45│

Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

10:32 Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya j  dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya,

10:33  kata-Nya:”Sekarang kita pergi ke Yerusalem  dan Anak Manusia  akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,  dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,

10:34 dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah  dan dibunuh,  dan sesudah tiga hari  Ia akan bangkit. ”

Renungan

Injil hari ini sekali menunjukkan bahwa para murid Yesus tidak mengerti tugas perutusan ke dunia. Ketika yesus sedang berbicara tentang makna perjalanan-nya ke yerusalem bahwa Dia akan diserahkan kepada imam-imam kepala, dijatuhi hukuman mati, dan disalinkan, tetapi kemudian bangkit lagi, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, meminta supaya dalam kerajan yang akan didirikan Yesus, mereka menjadi orang-orang penting di dalamnya. Mereka berpikir bahwa Yesus datang untuk menghalau penjajah Roma dan membangun sebuah kerajaan di mana mereka menjadi orang penting dalam kerajaan itu. Ketika Yesus wafat di kayu salib, para murid itu terpencar dan meninggalkan yesus. Mereka menilai yesus gagal sebagaimana terdengar dari percakapan kedua murid dari Emaus yang kembali ke kampung halaman mereka.

Sama seperti murid-murid Yesus, kita mungkin juga kadang-kadang gagal memahami misi perutusan Yesus ke dunia. Yesus mengajarkan kita jalan yang tidak gampang. Menjadi pengikut-Nya berarti mengiktui jalan yang telah ditempuh-Nya, yakni jalan salib, jalan penyangkalan diri, jalan cinta kasih, jalan kerendahan hati, dan lain-lain sebagaimana diajarkan-Nya di dalam Injil;. Bercermin dari pengalaman para rasul, kita dapat belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam terang kebangkitan Kristus kita percaya, di balik kegagalan terselubung misteri kemuliaan, asalkan kita mau bangkit dan berubah menjadi manusia baru. Namun, bukan menurut yang kita kehendaki, tetapi kehendak Tuhanlah yang utama.

Tuhan, bantulah aku agar dapat menjadi murid-Mu yang setia dalam mengiktui jalan-jalan yang telah Engkau tunjukkan kepadaku.Amin.

======

Sumber: Ziarah Batin 2016

Kredit Foto: Perjalanan Emaus, www.sesawi.net