Beranda Jendela Alkitab Harian Renungan Harian, Kamis: 28 Juni 2018, Mat. 7:21-29

Renungan Harian, Kamis: 28 Juni 2018, Mat. 7:21-29

Pengalaman kegagalan/Ilustrasi (Ist)

ENGALAMAN  kegagalan dan kekalahan tak menyenangkan bila diingat. Pengalaman seperti itu ingin lekas dilupakan. Bagi Yehuda, pembuangan ke Babel merupakan peristiwa kekalahan yang sangat menyakitkan (2 Raj.24:14-16). Raja-raja Yehuda di masa itu terus menerus melakukan apa yang jahat di mata Tuhan dan enggan bertobat. Pada kenyataannya, hanyalah pertobatan yang dapat membawa mereka kembali kepada Tuhan.

Dalam kisah injil hari ini, Yesus menegaskan siapa yang bakal masuk dalam kerajaan surga. Bagi-Nya, kerajaan surga hanya layak bagi mereka yang melakukan kehendak Bapa. “Bukan setiap orang ytlng berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga” (Mar. 7:21) . Hal ‘melakukan kehendak Bapa’ ditegaskan-Nya       lagi melaiui gambaran orang yang mendirikan rumah yang kokoh di atas batu (bdk. Mat. 7:24-25). Doa-doa kita mungkin terdengar indah dalam kebersamaan ibadat dan bahkan nyanyian pujian, tetapi itu tidak akan membawa keselamatan kalau tidak pernah ‘dilakukan’dalam keseharian hidup.

Ketekunan melakukan apa yang diajarkan Yesus akan membuat kita pantas memasuki Kerajaan Surga. Sebab bagi Yesus, menaati kehendak Bapa merupakan segala-galanya. Kita mesti menyeimbangkan ibadat dan doa kita dengan perbuatan yang real terhadap sesama disekitar kita, memberikan kelegaan dan meringankan penderitaan mereka.

Tuhan, Engkau tidak hanya mengharapkan  kesetiaanku dalam doa, tapi juga dalam relasi dengan sesanna. Semoga hari ini aku meringankan beban sesamaku dan melegakan hatinya. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018