Beranda KATEKESE Santo Yohanes Pembaptis : 24 Juni

Santo Yohanes Pembaptis : 24 Juni

28 Agustus, Bunda Maria, gereja Katolik Indonesia, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Minggu Biasa XXI, Para Kudus, Para Kudus di Surga, rosario, Santo Yohanes Pembaptis, Santo Agustinus, Santa Monika, Santa Helena, Santa Teresa dari Yesus, Santa Yohana Delanoue, Santo Bartolomeus Rasul, Santo Bernardus, Santo Filipus Benizi, Santo Monika, Santo Paus Pius X, santo santa, Santo Simforianus, Santo Yohanes Eudes, Santo Yosef dari Calasanz, teladan kita, umat katolik
Ilustrasi

BUNDA Maria mempunyai saudara sepupu bernama Elisabeth yang sudah lanjut usianya. Begitu juga suaminya, imam Zakaria. Mereka tidak dikaruniai anak karena Elisabet mandul. Suatu hari Zakaria mendapat bertugas untuk membakar kemenyan di Bait Allah menurut jadwal undian. Tiba-tiba malaikat Gabriel menampakkan kepada dirinya dan memberitahukannya, bahwa Tuhan akan mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki.  Anak itu akan menyiapkan umat Israel menyambut kedatangan Sang Mesias.

Tetapi Imam Zakaria kurang percaya karena istrinya sudah terlalu tua, maka iapun di hukum Tuhan dan menjadi bisu sampai anak itu lahir dan diberi nama Yohanes, sesuai dengan pesan malaikat Gabriel.

Yohanes adalah utusan Allah yang mendahului Yesus. Yesus sendiri mengatakan :

“Di antara mereka yang dilahirkan oleh wanita tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada  Yohanes Pembabtis.” (Mat 11,11)

Masa kecil Yohanes tidak banyak diceritakan, kecuali ketika masih dalam kandungan ia melonjak kegirangan sewaktu Bunda Maria berkunjung ke rumah ibunya (Luk 1 : 41), dan kelahirannya (Luk 1 : 57 – 66).

Setelah dewasa, Yohanes muncul sebagai seorang pengkotbah di tepi sungai Yordan dengan pesan yang mendesak  :  “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3:2)

Orang-orang kemudian datang dan dibabtis oleh Yohanes di sungai Yordan. Ketika orang menanyakan dirinya, Yohanes menjawab :

“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun : Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya. Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” (Yoh 1 :23, 26)

Pengikut Yohanes banyak sekali, termasuk orang-orang yang kemudian di pilih Yesus menjadi RasulNya. Yesus sendiri datang minta dibaptis olehnya. Yohanes mulanya menolak dengan berkata :

“Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3 :14)

Namun Yesus meyakinkankannya :

“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Mat 3 :14)

Tak lama kemudian Yohanes dipenjarakan, karena mengecam pernikahan raja Herodes Antipas dengan Herodias, istri saudara sepupunya. Dari dalam penjara Yohanes mengikuti gerakan Yesus melalui murid-muridnya yang dengan setia mengunjunginya. Yohanes akhirnya dipenggal Herodes Antipas akibat akal busuk dari Herodias dan puterinya Salome. Pelopor Yesus ini gugur demi membela kesusilaan.

Kemartiran Yohanes Pembaptis dapat dibaca dalam kitab suci (Matius 14 :1 – 12).

Sumber: katakombe.org