Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Uskup Larantuka, Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro
Komsos Larantuka

Mirifica.net – Setelah berkarya selama dua puluh empat tahun sebagai Gembala Umat di Keuskupan Larantuka sejak ditahbiskan sebagai Uskup Koajutor pada 10 Januari tahun 2002 dan kemudian melanjutkan pelayanan Mgr. Darius Nggawa, SVD sebagai Uskup Larantuka sejak tahun 2004, Mgr. Fransiskus Kopong Kung akhirnya mengakhiri masa pelayanan episkopalnya.

Permohonan pengunduran diri beliau diterima oleh Tahta Suci Vatikan pada tanggal 22 November 2025 dan pada waktu yang sama Paus Leo XIV menunjuk Mgr. Yohanes Hans Monteiro untuk melanjutkan karya pelayanan sebagai Uskup Larantuka.

Selama masa penggembalaannya, Mgr. Fransiskus Kopong Kung dikenal sebagai sosok gembala yang setia, sederhana, dan dekat dengan umat. Banyak jasa dan pelayanan telah dilakukan, baik dalam penguatan iman umat, pengembangan karya pastoral, maupun dalam membangun semangat persaudaraan di tengah Gereja lokal Larantuka. Oleh karena itu, ungkapan terima kasih dan penghargaan yang tulus layak disampaikan atas pengabdian beliau bagi Gereja.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Uskup Larantuka, Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro
Komsos Larantuka

Hari ini, Selasa, 11 Februari 2026, Pada Pesta Bunda Maria dari Lourdes, Mgr. Fransiskus Kopong Kung memimpin Perayaan Ekaristi Penahbisan Mgr. Yohanes Hans Monteiro, bersama Uskup Penahbis Pertama Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Agung Ende dan uskup Penahbis kedua Mgr. Martinus Ewaldus Ewal, Uskup Maumere.

Penahbisan yang diadakan di Gereja Katedral Reinha Larantuka ini berlangsung khidmat penuh keagungan, dihadiri Bapa Ignasius Kardinal Suharyo, Perwakilan tahta suci Vatikan, Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, para uskup dari seluruh Indonesia, para imam, biarawan-biarawati, dan ribuan umat beriman. Hadir pula unsur pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat sebagai wujud dukungan serta kebersamaan antara Gereja lokal dan masyarakat setempat.

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Agung Ende, yang dipercaya membawakan homili,   mengatakan bahwa ketika Uskup Frans ditahbiskan,  beliau memilih 2 motto, yakni: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” dan “Semoga mereka bersatu supaya dunia percaya.” Ia menegaskan bahwa jarang seorang uskup memilih dua motto sekaligus. Sementara Uskup terpilih, Mgr. Hans merasa cukup dengan satu motto: Unum Corpus-Unus Spiritus-Una Spes: satu Tubuh-Satu Roh-Satu Harapan. Kata satu yang diungkapkan 3 kali yang dalam Bahasa Latin dinyatakan dengan 3 genus yang berbeda, Neutrum, Maskulinum dan Femininum: Unum, Unus dan Una, sebuah peryataan yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia: tubuh, roh, dan pengharapan. Motto ini mengajak seluruh umat untuk merawat persatuan di tengah perbedaan, menyadari bahwa kita hidup di bawah langit yang sama, berpijak di bumi yang sama, dan adalah anak-anak dari Tuhan yang satu.

Lebih lanjut, Mgr. Budi, yang pernah menjadi pemimpin umum Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini-SVD) sedunia  ini, menegaskan bahwa mensyukuri anugerah kesatuan, merawatnya dengan kasih kegembalaan, memperjuangkannya dengan sikap kenabian, serta membentuk nurani umat dengan kebijaksanaan seorang guru merupakan tugas seorang uskup, kewajiban para imam, panggilan setiap orang beriman, dan tanggung jawab setiap manusia.

Rangkaian tahbisan dilanjutkan dengan ritus-ritus utama Tahbisan Episkopal, antara lain pembacaan mandat apostolik, janji setia Uskup terpilih, Litani Para Kudus, penumpangan tangan, doa tahbisan, pengurapan kepala dengan minyak krisma, serta penyerahan Kitab Injil, cincin, mitra, dan tongkat gembala sebagai tanda tugas penggembalaan yang diemban.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian, Paus Leo IV, Uskup Larantuka, Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro
Komsos Larantuka

Di akhir Perayaan Ekaristi Mgr. Fransiskus Kopong Kung, dalam sambutannya, mengatakan “Saya sudah menjalankan tugas yang diminta uskup terpilih yaitu menahbisan beliau, tetapi bukan saya yang menahbiskan tetapi Roh Kudus. Karena itu berbahagialah, terimalah tugas dan tanggungjawab ini dengan penuh kasih. Kami semua Percaya dan mendoakan Keuskupan ini”. Lebih lanjut Mgr. Frans mengucapkan selamat berbahagia kepada seluruh umat dan mengajak semua pihak, para imam, suster dan seluruh umat Larantuka untuk bergandeng tangan dan berjalan bersama dengan uskup baru. Tak lupa Uskup emeritus menyapa dan berterima kasih khususnya kepada Raja Larantuka, para pemimpin agama, para tokoh Masyarakat, pemerintah, KWI dan seluruh panitia pelaksana.

 Dalam sambutan perdananya sebagai Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Gereja kepadanya. Ia memohon doa dan dukungan seluruh umat agar dapat menjalankan tugas penggembalaan ini dengan setia, rendah hati, dan penuh kasih.

Terima kasih Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan Selamat berkarya Uskup baru, Mgr. Yohanes Hans Monteiro.