Beranda GEREJA KITA SEPUTAR VATIKAN Uskup Agung Romero dikenang sebagai suara bagi korban pelanggaran HAM

Uskup Agung Romero dikenang sebagai suara bagi korban pelanggaran HAM

PEN@ Katolik — Tanggal 24 Maret dikenal sebagai hari internasional untuk korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM), untuk menghormati Uskup Agung San Salvador Mgr Oscar Romero yang dibunuh saat Misa pada hari itu di tahun 1980. Mgr Romero ditembak mati oleh pembunuh bayaran karena semakin terang-terangan melawan pemerintah dan kepemimpinan militer El Salvador.

Di Amerika Latin, Mgr Romero sudah lama dihormati oleh banyak orang sebagai ‘suara kaum tak bersuara.’ Uskup agung itu menjadi tokoh inspirasi bagi semua orang yang berjuang menegakkan nilai-nilai Injil yakni  martabat manusia, keadilan dan perdamaian.

Tanggal 3 Februari 2015, Paus Fransiskus menyetujui dekrit yang mengatakan bahwa Mgr Romero dibunuh bukan karena alasan politik tetapi karena “kebencian akan imannya.” Berarti Romero dinyatakan sebagai martir. Dekrit itu membuka jalan bagi beatifikasinya yang dijadwalkan berlangsung di San Salvador tanggal 23 Mei 2015.

Dekrit itu disetujui setelah pertemuan dengan Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus Kardinal Angelo Amato.

Mantan direktur badan bantuan Katolik Inggris (CAFOD), Julian Filochowsky, yang juga mengepalai Romero Trust yang berbasis di London adalah salah seorang yang terinspirasi oleh dedikasi Romero bagi orang yang termiskin dan orang yang paling rentan.

Kemarin, tanggal 24 Maret 2014, anak muda di seluruh negeri El Salvador memperingati 35 tahun pembunuhan Mgr Oscar Arnulfo Romero. Acara yang dilakukan para mahasiswa dan dosen dari Fakultas Multidisiplin Universitas El Salvador, misalnya, bertujuan untuk merefleksikan kehidupan dan kematian uskup agung itu, kata Lisandro Romero, koordinator Frente Revolucionario Estudiantil.

Bagi mahasiswa, kegiatan itu untuk “memperdalam ajaran Mgr Romero sebagai pesan sosial dalam membela hak asasi manusia,” kata Lisandro Romero. Sedangkan Miguel A Ortiz, mewakili para dosen, mengatakan, “Orang-orang muda ingin tahu sejarah martir kami, yang kini dikenal di seluruh dunia.”

Sekitar 500 mahasiswa ikut kegiatan itu. Selain itu, mahasiswa juga merayakan Misa di Katedral San Salvador yang dipimpin oleh Uskup Agung San Salvador, Mgr José Luis Escobar Alas, pengganti Mgr Romero. (paul c pati/penakatolik.com berdasarkan Radio Vatikan dan Agenzia Fides)

Romero