Beranda Jendela Alkitab Harian Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 13 Agustus 2021

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 13 Agustus 2021

31 Maret 2022, Bacaan Injil 31 Maret 2022, Bacaan Injil Harian, Bacaan Kitab Suci, Bacaan Pertama 31 Maret 2022, Bait Allah, Bait Pengantar Injil, Firman Tuhan, Gereja Katolik Indonesia, Iman Katolik, Injil Katolik, Katekese, Katolik, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Lawan Covid-19, Mazmur Tanggapan, Mazmur Tanggapan 31 Maret 2022, Minggu prapaskah IV, Penyejuk Iman, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Renungan Harian Katolik, Renungan Harian Katolik 2022, Renungan Katolik Mingguan, Sabda Tuhan, Ulasan Kitab Suci Harian, Umat Katolik, Yesus Juruselamat
Ilustrasi: findshepherd

Bacaan Pertama: Yos 24:1-13

Menjelang wafatnya Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem. Dipanggilnya orang tua-tua, para kepala, hakim, dan para pengatur pasukan Israel. Mereka semua berdiri di hadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada mereka, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Dahulu kala nenek-moyangmu yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, tinggal di seberang Sungai Efrat. Mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan.
Aku melipatgandakan keturunannya dan memberikan Ishak. Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Esau Kuberi pegunungan Seir sebagai miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir.

Lalu Aku mengutus Musa dan Harun, dan memukul Mesir dengan tulah yang Kulakukan di tengah-tengah mereka. Kemudian Aku membawa kalian keluar. Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir
dan kalian sampai ke laut, lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan pasukan berkuda ke Laut Teberau. Sebab itu mereka berteriak-teriak kepada Tuhan. Maka Ia membuat kegelapan antara kalian dan orang Mesir dan mendatangkan air laut atas orang Mesir, sehingga tenggelamlah mereka. Dengan mata kepalamu sendiri kalian telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu kalian lama tinggal di padang gurun.

Aku membawa kalian ke negeri orang Amori yang diam di seberang sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kalian, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kalian menduduki negerinya, sedang mereka Kupunahkan dari hadapanmu. Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang
melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kalian. Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun malahan memberkati kalian. Demikianlah Aku melepaskan kalian dari tangan Balak.

Setelah kalian menyeberangi sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, maka para warga kota itu berperang melawan kalian, dan juga orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus. Tetapi mereka semua Kuserahkan ke dalam tanganmu. Kemudian Aku melepaskan tabuhan mendahului kalian, dan binatang-binatang ini menghalau mereka dari depanmu, seperti Aku telah menghalau kedua raja orang Amori. Sungguh, bukanlah pedangmu dan bukan pula panahmu yang menghalau mereka.
Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kalian peroleh tanpa bersusah-payah dan kota-kota yang kalian duduki tanpa membangunnya. Juga Kuberikan kepadamu kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang kalian makan buahnya, meskipun bukan kalian yang menanamnya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 136:1-3.16-18.21-22.24

Kekal Abadi kasih setia-Nya.

  • Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan!
  • Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun! Kepada Dia yang memukul kalah raja-raja yang besar! Dan membunuh raja-raja yang mulia.
  • Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka. Milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya! Yang membebaskan kita dari para lawan kita.

Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13

Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Bacaan Injil: Mat 19:3-12

Pada suatu hari datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia. Mereka bertanya,
“Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Ia bersabda, ‘Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.’ Demikianlah mereka itu bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Kata mereka kepada Yesus, “Jika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberi surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” Kata Yesus kepada mereka, “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah.’

Maka murid-murid berkata kepada Yesus, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu,
hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya; dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Seperti digambarkan dalam Kidung Agung, relasi Israel dengan Allah itu seperti relasi cinta sepasang kekasih. Segera sesudah memasuki Tanah Terjanji, Yosua mengajak Israel membarui perjanjian mereka dengan Allah. Yosua tidak menjelaskan siapakah Allah Tuhan mereka itu melalui konsep-konsep abstrak, melainkan melalui cerita atau kisah tentang kasih Allah yang konkret kepada bangsa Israel, mulai dari zaman Abraham, Ishak, Yakub, Musa sampai kini. Kenangan akan perbuatan baik serta kesetiaan Allah dalam sejarah hidup bangsa mereka, menyalakan kembali api cinta kepada Allah sehingga mereka pun terpacu untuk setia pada perjanjian dengan Allah.

Dalam perkawinan, sepasang kekasih mengikat perjanjian untuk setia sebagai suami-istri sepanjang hayat dalam untung dan malang, di kala sehat maupun sakit, di saat ekonomi keluarga lancar ataupun seret. Seperti dalam sejarah Israel, tentu selalu ada kesulitan—relasional, psikologis, ekonomis, dll.—yang membuat timbulnya keraguan akan perlunya mempertahankan perjanjian. Namun, Yesus mengingatkan bahwa ikatan perkawinan kristiani itu tidak terceraikan. Pada saat-saat krisis, mengingat kembali segala perbuatan baik yang telah dilakukan oleh pasangan dapat menyelamatkan bahtera keluarga. Kenangan akan perbuatan baik sang kekasih, bisa memacu untuk tetap setia pada perjanjian, juga meski cinta sang kekasih tak sempurna.

Ya Bapa, bantulah keluarga-keluarga kristiani yang tengah mengalami kesulitan dalam perkawinan untuk menemukan kembali api cinta di antara mereka. Amin.

Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2021, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik

 

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2021, Penerbit OBOR

Inspirasimu: Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Minggu Biasa XIX/B