Santo Bernardino Realino dkk, Santo Fransiskus Jerome, Beato Yulianus Maunoir, Beato Antonius Baldinucci, Santo Fransiskus Regis, Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Leo XIV, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis 2 Juli, Warna Liturgi Hijau, Kamis Pekan Biasa XIII
Foto: llustrasi ChatGPT

KAMIS PEKAN BIASA XIII
Santo Bernardino Realino, dkk
Santo Fransiskus Jerome
Beato Yulianus Maunoir
Beato Antonius Baldinucci
Santo Fransiskus Regis

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Amsal 7:10-17

Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku

Bacaan dari Nubuat Amos:

Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan, “Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel. Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya. Sebab beginilah kata Amos, ‘Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos, “Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan.”

Jawab Amos kepada Amazia, “Aku ini bukan nabi, dan bukan termasuk golongan para nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, Tuhan bersabda kepadaku, ‘Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.’

Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan. Engkau berkata, ‘Janganlah bernubuat menentang Israel, dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.’ Sebab itu beginilah sabda Tuhan, ‘Isterimu akan bersundal di kota,
dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang. Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur. Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mzm 19:8.9.10.11; Refren:10

Keputusan Tuhan itu benar, adil selalu.

  • Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
  • Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.
  • Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
  • Lebih indah dari pada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.

Bait Pengantar Injil – 2 Korintus 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Bacaan Injil – Matius 9:1-8

Mereka memuliakan Allah karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawalah kepadanya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh, “Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Ia menghujat Allah!” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah,
mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.

Demikianlah Sabda Tuhan

Renungan

Dalam Injil hari ini, kita mendengar Yesus kembali ke kota-Nya dan menyembuhkan seorang lumpuh yang dibawa oleh teman-temannya. Hal yang menarik adalah perkataan pertama Yesus kepada orang lumpuh itu bukanlah tentang kesembuhan fisik, melainkan pengampunan dosa, “Teguhkanlah hatimu, hai Anak-Ku, dosa-dosamu diampuni.” Tindakan ini menimbulkan protes dari ahli-ahli Taurat yang menganggap Yesus menghujat Allah.

Yesus, yang mengetahui pikiran mereka, bertanya mengapa mereka berpikir jahat dalam hati mereka. Ia kemudian menunjukkan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa dengan menyembuhkan kelumpuhan orang itu. Kesembuhan fisik menjadi bukti nyata dari kuasa-Nya untuk menyembuhkan jiwa. Peristiwa ini mengajarkan kepada kita bahwa pengampunan dan penyembuhan adalah dua sisi mata uang kasih Allah.

Hari ini, marilah kita meneladan kasih Yesus dengan menawarkan pengampunan kepada seseorang yang mungkin telah menyakiti kita. Ini mungkin sulit, tetapi tindakan mengampuni membebaskan hati kita dari beban kepahitan. Selain itu, kita juga bisa menjadi saluran penyembuhan bagi orang lain melalui tindakan kasih dan kepedulian, seperti mendengarkan seseorang yang sedang kesulitan dengan memberikan bantuan praktis atau sekadar mengucapkan kata-kata yang membangun dan menyemangati. Tindakan-tindakan sederhana ini adalah wujud nyata dari kuasa mengampuni dan menyembuhkan yang diajarkan Yesus kepada kita para pengikut-Nya.

Ya Tuhan Yesus, ajari kami untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi, dengan memberikan pengampunan dan menjadi saluran penyembuhan bagi sesama, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor