Hari Jumat, Pekan Biasa XXXII
St. Yosef Maria Pignatelli
St. Nikolaus Tavelic
B. Duns Scotus
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Keb 13:1-9
Jika mereka mampu menyelidiki jagat raya, mengapa mereka tidak menemukan penguasa semuanya itu?
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan:
Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali; mereka yang tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan! Walaupun berhadapan dengan karya-karya-Nya mereka tidak mengenal Senimannya. Sebaliknya yang mereka anggap sebagai allah penguasan jagat raya ialah api atau angin ataupun badai, gugusan bintang-bintang atau air yang bergelora, atau pun penerang-penerang yang ada di langit.
Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. Jika mereka sampai terpesona oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu. Sebab orang dapat mengenal Pencipta dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya.
Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya, sebab mungkin mereka hanya tersesat, tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya. Karena sibuk mengamati karya-karya Allah dan menyelidikinya, mereka hanya terpukau oleh apa yang mereka lihat, sebab memang indahlah semua yang kelihatan itu. Tetapi bagaimanapun mereka tidak dapat dimaafkan. Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 19:2-3.4-5; R:2a
Langit menceritakan kemuliaan Allah.
- Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkan kepada hari yang lain, dan malam yaang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
- Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.
Bait Pengantar Injil: Lukas 21:28
Angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah mendekat.
Bacaan Injil: Lukas 17:26-37
Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula kelak pada hari Anak Manusia. Pada jaman Nuh itu orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot. Mereka makan dan minum, membeli dan menjual, menanam dan membangun, sampai pada hari Lot pergi dari Sodom. Lalu turunlah hujan api dan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia menyatakan diri.
Pada hari itu barangsiapa sedang ada di peranginan di atas rumah, janganlah ia turun untuk mengambil barang barangnya di dalam rumah. Demikian pula yang sedang di ladang, janganlah ia pulang. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
Aku berkata kepadamu: Pada malam itu kalau ada dua orang di atas ranjang, yang satu akan dibawa dan yang lain ditinggalkan. Kalau ada dua orang wanita yang sedang bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.”
Para murid lalu bertanya, “Di mana, Tuhan?” Yesus menjawab, “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk mengingat berbagai peristiwa pada zaman Nabi Nuh dan Lot agar kita segera bertobat dan memperbaiki hidup kita sehingga kita siap menyambut kedatangan-Nya. Dia akan datang tiba-tiba dan tak seorang pun tahu soal waktu dan tempatnya.
Mungkin kita akan bertanya, kapan Yesus akan datang untuk yang kedua kalinya? Kita sebenarnya tidak perlu berpikir dan mempersoalkan kapan Dia akan datang lagi karena yang paling penting adalah menata hidup dan diri agar kita selalu siap untuk menerima kehadiran-Nya kapan pun dan di mana pun. Kesiapan diri ini dibangun dengan selalu mau membiarkan hidup kita dikuasai dan digerakkan oleh Allah sendiri. Jika kita selalu taat dan dengan sukacita melaksanakan kehendak-Nya maka kita tidak akan panik jika Dia datang. Apa yang kita lakukan dalam hidup kita saat ini seharusnya mengarahkan kita pada persiapan untuk menyambut kedatangan Allah. Itu berarti kita bersiap untuk menyambut dan menerima Dia. Karena itu, hidup penuh kasih sesuai dengan ajaran Yesus adalah cara kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya. Berbahagialah siapa saja yang senantiasa berjaga-jaga menyambut kedatangan Tuhan. Maukah kita untuk selalu waspada dan berjaga-jaga?
Ya Allah, karya-Mu sungguh mengagumkan. Semoga kami semakin mampu menemukan makna hidup dari setiap tantangan yang kami hadapi, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

