Hari Jumat, Pekan Adven I
Sta. Sabbas
St. Reinardus
St. Philipus Rinaldi
B. Bartolomeous Fanti
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yesaya 29:17-24
Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat.
Bacaan dari Kitab Yesaya:
Beginilah firman Tuhan, “Tidak lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan. Orang-orang sengsara akan bersukaria di dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam Yang Mahakudus Allah Israel. Sebab orang yang gagah sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis. Semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara,
yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat.
Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, “Mulai sekarang Yakub takkan lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan nama-Ku. Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian,
dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 27:1.4.13-14; R:1a
Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
- Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
- Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
- Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bacaan Injil: Matius 9:27-31
Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang itu kepada-Nya.
Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.”
Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, “Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Peristiwa penyembuhan dalam Injil hari ini mengundang kita untuk berani mendekati Yesus dan percaya bahwa Ia memiliki kuasa untuk menyembuhkan kita. Dua orang buta melepaskan segala keraguan mereka dan bergantung sepenuhnya pada belas kasih dan kuasa penyembuhan Yesus. Ia mendengarkan mereka yang memohon dan berseru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!”
Orang sakit yang ingin sembuh pertama-tama harus menyadari dan mengakui dengan rendah hati situasi sakitnya. Dan yang tidak kalah penting adalah menyadari kebutuhannya akan pertolongan rahmat Tuhan bagi kesembuhannya. Kita diundang untuk menyadari situasi sakit dan dosa, serta kebutuhan kita akan belas kasih dan kemurahan Tuhan untuk memulihkan kita.
Tuhan telah berkali-kali menyentuh dan memulihkan hidup kita, bahkan ketika kita tidak menyadari atau menolak mengakuinya. Kita pantas bersyukur karena Tuhan dalam belas kasih-Nya tetap menganugerahkan pemulihan, baik penyembuhan fisik maupun penyembuhan rohani yang lebih dalam. Kita pun perlu disembuhkan dari kebutaan kita terhadap karya dan belas kasih Allah sehari-hari yang lebih sering tidak kita lihat dan sadari.
Ya Tuhan, berilah kami kerendahan hati untuk menyadari kebutaan kami. Berilah kami juga keberanian untuk berharap pada belas kasih dan kemurahan-Mu, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

