Hari Kamis, Pekan Adven I
Sta. Barbara
St. Kristian
St. Osmubd
St. Yohanes dari Damsyik
B. Adolph kolping
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yesaya 26:1-6
Bangsa yang benar dan tetap setia biarkanlah masuk.
Bacaan dari Kitab Yesaya:
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu.
Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 118:1.8-9.19-21.25-27a; R:26a
Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
- Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada insan! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan!
- Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
- Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.
Bait Pengantar Injil: Yesaya 55:6
Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
Bacaan Injil: Matius 7:21.24-27
Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.
Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu.
Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Dalam konteks kehidupan kita yang serba modern ini, di mana segala sesuatu begitu cepat berubah dan informasi mudah tersedia dalam genggaman, kita diajak untuk membangun fondasi iman di atas batu karang yang kukuh. Yesus dalam Injil hari ini menegaskan bahwa setiap orang yang mendengarkan perkataan-Nya dan melakukannya adalah orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu karang. Ketika badai datang, rumah tersebut tidak roboh karena memiliki fondasi yang kuat.
Dewasa ini, Sabda Tuhan, homili yang kita dengar di gereja, dan renungan-renungan yang kita baca terancam berhenti hanya sebagai rangkaian informasi di tengah arus informasi lain yang setiap hari membanjiri kita. Lalu, Sabda dan undangan Tuhan tidak lagi menjadi daya dorong dan inspirasi bagi pilihan tindakan kita. Semuanya kehilangan makna ketika kita tidak berusaha mewujudkannya dalam keseharian hidup kita.
Lebih dari sebelumnya, kini kita semakin membutuhkan ketahanan spiritual untuk menghadapi badai dan tantangan perubahan. Masyarakat modern semakin membutuhkan kesaksian hidup orang-orang beriman yang berpegang pada nilai-nilai moral, iman, dan integritas yang tidak tergoyahkan oleh arus teknologi atau perubahan zaman.
Tuhan, bantulah kami agar dapat membangun kehidupan yang kukuh dan tahan uji dengan menaati Sabda-Mu dan melakukan kehendak-Mu, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

