Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Adven I 2025, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 6 Desember 2025, Paus Leo IV, Adven 2025
Ilustrasi

Hari Sabtu, Pekan Adven I
St. Nikolaus dari Myra
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I: Yesaya 30:19-21.23-26

Pastilah Tuhan mengasihi kalian, apabila kalian berseru-seru.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan, Yang Mahakudus Allah Israel, “Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian tidak akan terus menangis. Pastilah Tuhan akan mengasihani kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu Ia akan menjawab.

Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi.
Kalian akan terus melihat Dia dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, sabda-Nya ini akan kalian dengar dari belakangmu, “Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!”

Pada waktu Tuhan akan mencurahkan hujan bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang,
dan dari hasil tanah itu kalian akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. Sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik, dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu Tuhan membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 147:1-2.3-4.5-6; R:Yes 30:18

Berbahagialah orang yang menanti-nantikan Tuhan!

  • Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem, Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai-berai.
  • Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang masing-masing dipanggil dengan menyebut namanya.
  • Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkan-Nya ke tanah.

Bait Pengantar Injil: Yesaya 33:22
Inilah raja kita, Tuhan semesta alam. Ia datang membebaskan umat-Nya.

Bacaan Injil: Matius 9:35-10:1.6-8

Melihat orang banyak itu tergerak hati Yesus oleh belas kasihan.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Yesus mengutus mereka dan berpesan, “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel! Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Peristiwa penyembuhan dalam Injil hari ini mengundang kita untuk berani mendekati Yesus dan percaya bahwa Ia memiliki kuasa untuk menyembuhkan kita. Dua orang buta melepaskan segala keraguan mereka dan bergantung sepenuhnya pada belas kasih dan kuasa penyembuhan Yesus. Ia mendengarkan mereka yang memohon dan berseru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!”

Orang sakit yang ingin sembuh pertama-tama harus menyadari dan mengakui dengan rendah hati situasi sakitnya. Dan yang tidak kalah penting adalah menyadari kebutuhannya akan pertolongan rahmat Tuhan bagi kesembuhannya. Kita diundang untuk menyadari situasi sakit dan dosa, serta kebutuhan kita akan belas kasih dan kemurahan Tuhan untuk memulihkan kita.  

Tuhan telah berkali-kali menyentuh dan memulihkan hidup kita, bahkan ketika kita tidak menyadari atau menolak mengakuinya. Kita pantas bersyukur karena Tuhan dalam belas kasih-Nya tetap menganugerahkan pemulihan, baik penyembuhan fisik maupun penyembuhan rohani yang lebih dalam. Kita pun perlu disembuhkan dari kebutaan kita terhadap karya dan belas kasih Allah sehari-hari yang lebih sering tidak kita lihat dan sadari.

Ya Tuhan, berilah kami kerendahan hati untuk menyadari kebutaan kami. Berilah kami juga keberanian untuk berharap pada belas kasih dan kemurahan-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor