Bacaan, Bacaan Kitab Suci, Bait Allah, Firman Tuhan, Iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2026, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Jumat 9 Januari 2026, Paus Leo IV, Hari Biasa Sesudah Epifani
Ilustrasi: ChatGPT

HARI BIASA SESUDAH EPIFANI
St. Andreas Korsini

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – 1 Yohanes 5:5-13

Kesaksian tentang anak Allah

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:

Saudara-saudaraku terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air dan darah, dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta, karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup.

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu supaya kamu, yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 147:12-13.14-15.19-20; R:12a

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem!

  • Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
  • Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.
  • Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil – Matius 4:23

Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Bacaan Injil – Lukas 5:12-16

Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa Yesus berada di sebuah kota. Ada di situ seorang yang penuh kusta. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Maka Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu, dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga, dan Ia berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar, dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pewartaan Yesus menghadirkan banyak mukjizat yang nyata dalam dunia. Banyak orang datang kepada-Nya, memohon dosa mereka diampuni dan penyakit mereka disembuhkan. Ia menyembuhkan dengan belas kasih-Nya, seperti yang dilakukan-Nya terhadap seorang yang menderita penyakit menular. Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Seketika itu juga lenyaplah penyakit orang itu. Orang sakit ini memang sangat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa. Imannya yang teguh itu yang membuat dia lantang berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat menahirkan aku.” Iman dialah sesungguhnya yang menyembuhkan penyakitnya itu.

Pengalaman ini menjadi contoh konkret bagi kita di hadapan segala penderitaan yang kita hadapi. Mendekatkan diri kepada Tuhan, lalu mengungkapkan doa serta harapan-harapan dengan jujur dan terbuka adalah pilihan yang paling tepat bagi kita. Semuanya mengandaikan bahwa hidup kita memang sungguh-sungguh bergantung pada-Nya dan itu tampak dalam keseharian hidup rohani kita. Sebab kualitas iman kita sering kali bisa diukur dari sejauh mana kita melibatkan diri dalam aktivitas-aktivitas rohani serta laku-laku kesalehan di rumah, lingkungan, dan Gereja.

Ya Tuhan, jika Engkau mau, tinggallah selalu dalam diri kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor