Gereja Katolik Indonesia, KWI, Konfrensi Waligereja Indonesia, Sekretaris Eksekutif KWI, Sekretaris Dewan Moneter KWI, Demon KWI, DSAK KWI, Dana Solidaritas Antar Keuskupan KWI, Sekretaris Jenderal KWI, Sekjen KWI, Ketua Demon KWI, Mgr Adrianus Sunarko OFM, Mgr Yustinus Harjosusanto MSF, Rm Paulus Christian Siswantoko Pr, Rm Nikasius Jatmiko Pr, Gereja Katolik Indonesia, Sertijab di KWI, Komisi Kerasukan Awam KWI, Kerawam KWI, Departemen dan Dokumentasi KWI, Dokpen KWI

MIRIFICA.NET-JAKARTA —Suasana syukur dan kehangatan Natal mewarnai Gedung Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Rabu, 7 Januari 2026. KWI menggelar Natal bersama karyawan yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan (Sertijab) Sekretaris  Dewan Moneter & Dana Solidaritas Antar Keuskupan (DSAK) KWI  dan juga Sertijab Sekretaris Eksekutif KWI, sekaligus melepas para karyawan yang memasuki masa purna karya.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) KWI, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM dan didampingi Ketua Demon KWI Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF di Kapela Fransiskus. Dalam pengantarnya, Mgr. Sunarko mengajak seluruh umat untuk kembali mendengarkan pesan sederhana namun mendalam dari Yesus: “Jangan takut.” Pesan ini, menurutnya, sangat relevan dalam setiap fase pelayanan, termasuk saat Gereja memasuki masa transisi.

Foto bersama saat selesai Perayaan Ekaristi. Foto: Komsos KWI

Dengan nada reflektif dan penuh kejujuran dalam khotbahnya, Mgr. Sunarko mengungkapkan bahwa pada kesempatan ini justru dirinya merasa “takut”. Ketakutan itu bukan tanpa alasan, melainkan karena KWI harus melepas tujuh orang yang telah bertahun-tahun setia melayani Gereja melalui KWI karena sudah memasuki masa purna karya:

  1. Rm. Paulus Christian Siswantoko, Pr.,  Sekretaris Eksekutif KWI;
  2. Sr. Maria Yasinta, FSGM., Sekretaris Demon dan DSAK KWI;
  3. Pak Adi Loviantoro, Staf Komisi Kerawam KWI;
  4. Ibu Rachel, Staf Dokumentasi dan Penerangan KWI;
  5. Pak Aloysius Maryadi, Staf Komisi Keuangan KWI;
  6. Pak Andreas, Staf Sekretariat Jenderal KWI;
  7. Saudara Aldi, Pegawai Wisma KWI yang telah selesai berkarya.

Namun, ketakutan itu segera diolah dalam terang iman. Mgr. Sunarko menegaskan bahwa dalam iman Katolik, Gereja percaya bahwa Allah telah lebih dahulu mengasihi manusia sebelum manusia mengasihi-Nya. Kasih Allah itulah yang menghidupi dan menopang setiap karya pelayanan. Karena itu, kasih, dedikasi, dan kesetiaan para Romo, Suster dan karyawan yang telah purna tugas menjadi fondasi yang meneguhkan langkah mereka yang melanjutkan pelayanan di KWI.

“Kasih saudara-saudari yang telah berkarya di KWI inilah yang membuat kita yakin untuk terus melanjutkan karya pelayanan ini”, ungkapnya.

Usai perayaan Ekaristi, seluruh peserta beralih ke suasana yang lebih santai dalam coffee break, menjadi ruang perjumpaan, berbagi cerita dan mempererat kebersamaan Para Romo, Suster dan antar-karyawan yang berkarya di  KWI.

(Atas: kiri-kanan) Rm. Sugeng, Mgr. Harjosusanto, Mgr. Sunarko, Rm. Jatmiko, dan Rm. Siswantoko.
(Bawah: kiri-kanan) Pak Andreas, Pak Adi Loviantoro, Pak Aloysius Maryadi, Sr. Maria Yasinta, FSGM., dan Ibu Rachel.
Foto: Komsos KWI

Selepas itu, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan di Aula Henry Soetio. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pengurus Dewan Moneter KWI, Mgr. Hilarion Datus Lega. Jabatan Sekretaris DSAK dan Dewan Moneter KWI diserahterimakan dari Sr. Maria Yasinta, FSGM kepada Sr. Theresia Vimini, H. Carm. Sementara itu, jabatan Sekretaris Eksekutif KWI secara resmi diserahkan dari Rm.Paulus Christian Siswantoko, Pr kepada Rm. Nikasius Jatmiko, Pr.

Serah terima ini bukan sekadar pergantian tugas administratif, melainkan juga tanda kesinambungan pelayanan Gereja: dari mereka yang telah setia menabur, kepada mereka yang kini diutus untuk melanjutkan dan mengembangkan karya.

Foto Kiri: Sertijab Sekretaris Demon & DSAK dari Sr. Maria Yasinta, FSGM kepada Sr. Theresia Vimini, H. Carm.
Foto Kanan: Rm. Paulus Christian Siswantoko, Pr kepada Rm. Nikasius Jatmiko, Pr. Foto: Komsos KWI

Setelah acara serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Natal Bersama. Suasana perayaan berlangsung dengan penuh kehangatan dan sukacita. Bapak Uskup, para imam, suster, bruder, serta seluruh pegawai hadir dan ambil bagian dalam kebersamaan tersebut melalui berbagai kegiatan, seperti menari, bernyanyi, berbagi cerita, serta menikmati beberapa hadiah doorprize yang disiapkan oleh panitia.

Natal bersama dan serah terima jabatan ini menjadi penegasan bahwa KWI adalah rumah bersama yang terus berjalan dalam iman, pengharapan, dan kasih — berani melangkah tanpa takut, karena percaya bahwa karya pelayanan ini selalu ditopang oleh kasih Allah dan kesetiaan para pelayannya.

Para Romo, Suster, Bruder dan seluruh karyawan KWI bersukacita dalam Perayaan Natal Bersama. Foto: Komsos KWI