Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXIX, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Renungan Harian Katolik Minggu 19 Oktober 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Minggu, Pekan Biasa XXIX
St. Paulus dari Salib

St. Petrus dari Alkantara
St. Yohanes de Brebeuf & Isac Jogue
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Keluaran 17:8-13

Apabila Musa mengangkat tangan, lebih kuatlah pasukan Israel.

Bacaan dari Kitab Keluaran:

Sekali peristiwa datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua, “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek! Aku sendiri, besok akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.”

Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; sedangkan Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Dan terjadilah hal berikut ini: Apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah pasukan Israel. Sebaliknya, apabila Musa menurunkan tangannya, Amaleklah yang lebih kuat. Tetapi menjadi penatlah tangan Musa. Maka Harun dan Hur mengambil sebuah batu, meletakkannya di belakang Musa, supaya ia duduk di atasnya; lalu Harun dan Hur menopang kedua belah tangan Musa, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangan Musa tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 121:1-2.3-4.5-6.7-8; R:2

Pertolongan kita ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

  • Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
  • Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel.
  • Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
  • Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Bacaan II: 2 Timotius 3:14-4:2

Orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius:

Saudarakku terkasih, hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Di hadapan Allah dan di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Wartakanlah sabda Allah! Siap-sedialah selalu, baik atau tidak baik waktunya. Nyatakanlah apa yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Ibrani 4:12

Sabda Allah itu hidup, kuat dan tajam. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Bacaan Injil: Lukas 18:1-8

Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Sekali peristiwa Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya, untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ia berkata, “Di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Dan di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku!’ Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku’.”

Lalu Tuhan berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka! Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia menemukan iman di bumi?”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ungkapan lama mengatakan ora et labora, berdoa dan bekerja, sebagai aktivitas yang setiap hari dilakukan beriringan oleh orang-orang beriman. Bacaan-bacaan suci hari ini mengajak kita untuk berdoa dengan tidak jemu jemu dan juga bekerja dengan giat, penuh semangat. Dengan banyak cara, Allah Yang Maha Baik memerhatikan kita dan berkarya dalam hidup kita.

Dalam Kitab Keluaran dikisahkan bahwa orang-orang Israel, dipimpin oleh Yosua, berperang melawan orang-orang Amalek. Pasukan mereka mengalami kemenangan ketika Musa mengangkat tangan. Sebaliknya, mereka mengalami kekalahan ketika tangan Musa diturunkan. Ini menggambarkan bahwa sebuah perjuangan akan mendapat hasil yang baik ketika disertai dengan doa agar kuasa Tuhan berkarya dalam diri mereka. Sebaliknya, peperangan mereka berujung kekalahan ketika mereka mengandalkan kemampuan mereka sendiri, dan tidak berjalan bersama Tuhan.

Melalui perumpamaan tentang janda dan hakim dalam Injil Lukas, Yesus menyatakan bahwa Allah tidak akan meninggalkan umat-Nya berjalan sendiri dalam perjuangan hidup di dunia ini. Ia senantiasa menyertai, memimpin, dan memerhatikan doa-doa orang beriman. Kalau hakim yang lalim saja dapat berbuat baik, tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Adakah Ia akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Allah Yang Maha Baik, kami percaya Engkau selalu hadir dan berkarya dalam hidup kami. Tuntunlah kami agar pekerjaan-pekerjaan kami menghasilkan hal-hal baik bagi kami dan sesama, terutama demi kemuliaan nama-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR