Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2024, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI
Ilustrasi

Hari Minggu Biasa XXII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: Sirakh 3:17-18.20.28-29

Rendahkanlah dirimu, supaya kau dapat karunia di hadapan Tuhan.

Bacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Anakku, Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, maka engkau akan lebih disayangi daripada orang yang ramah tamah. Makin besar engkau, patutlah makin kau rendahkan dirimu, supaya engkau mendapat karunia dihadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga yang pandai mendengar merupakan idaman orang bijak.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: 68:4-5ac.6-7ab.10-11

Dalam kebaikan-Mu, ya Allah, Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.

  • Orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya!
  • Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.
  • Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kau pulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.

Bacaan II: Ibrani 12:18-19,22-24a

Kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup.

Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani:

Saudara-saudara, kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala, kamu tidak mengalami kekelaman, kegelapan dan angin badai, kamu tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarnya memohon supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sebaliknya kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu sudah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kamu telah sampai kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kamu telah datang kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Matius 11:29ab

Pikullah kuk yang Kupasang padamu, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.

Bacaan Injil: Lukas 14:1,7-14

Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat tempat kehormatan, Yesus lalu mengatakan perumpamaan ini, “Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu,’ Berilah tempat itu kepada orang ini.’ Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu,’ Sahabat, silakan duduk di depan. Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di depan semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya,” Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabat mu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Perumpamaan Yesus tentang para tamu yang diundang ke pesta perkawinan berbicara tentang mencari kehormatan dan kedudukan. Dengan perumpamaan ini, Yesus hendak mengajarkan supaya orang ”tahu diri”, dan pertama-tama menempatkan diri pada posisi yang rendah. Sebab apabila kita lebih dahulu memosisikan diri sebagai orang terhormat, penting, dan memiliki status tinggi, padahal ada yang lebih tinggi dari status dan kedudukan kita, kita sendiri yang akan malu.

Di dunia dewasa ini, hampir setiap hari orang berlomba-lomba untuk mendapatkan ketenaran, kekayaan, kekuasaan, dan status sosial. Mereka yang telah mencapai salah satu dari ”pencapaian” ini biasanya dijunjung tinggi. Namun, Yesus membalikkan pemikiran ini. Dia menasihatkan agar kita pertama-tama memilih tempat yang lebih rendah daripada tempat yang lebih tinggi. Dengan demikian, kita tidak akan pernah merasa malu jika kita diminta untuk pindah ke tempat yang lebih rendah. Dan mungkin saja pada saatnya kita justru akan diundang untuk menempati tempat yang lebih tinggi.

Di dunia yang dibanjiri dengan media sosial, upaya untuk mencari ketenaran, pengakuan, dan popularitas semakin merajalela. Namun, ada banyak orang yang menjalani hidup mereka dengan tenang dan sederhana. Mereka puas dengan Tuhan, keluarga, teman, dan gaya hidup yang sederhana. Ketenaran mungkin terlihat glamor. Namun, hampir setiap hari di koran, televisi, atau website, kita membaca dan mendengar kisah-kisah tentang bagaimana mereka yang terkenal dan glamor telah jatuh atau difitnah, dan sering kali itu disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri.

Yesus mengajak kita untuk senantiasa bersyukur dan mensyukuri apa yang tampaknya ”rendah, sederhana, dan terkecil”. Sering kali dalam anugerah-anugerah yang kecil, sederhana, dan tampaknya tidak penting dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat mengalami kasih, sukacita, kedamaian, kegembiraan, dan kepuasan hidup yang terbesar. Apakah kita sudah mampu merasakan kebahagiaan dan kedamaian ketika kita tidak menjadi populer, tidak memiliki posisi tinggi, dan tidak memperoleh pengakuan di mana-mana? Apakah kita lebih memfokuskan diri pada pelayanan terhadap Allah dan sesama daripada mengejar status dan pengakuan yang tinggi?

Tuhan, bebaskanlah kami dari tirani keegoisan, ketakutan, dan kesombongan. Tolonglah kami untuk menjadi rendah hati seperti Engkau rendah hati dan mengasihi dengan bebas dan murah hati semua orang yang Engkau panggil untuk kami layani, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR