Bacaan, Bacaan Kitab Suci, bait allah, Firman Tuhan, iman, Kitab Suci, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, Yesus Juruselamat, penyejuk iman, Ziarah Batin 2025, OBOR, Obormedia, Toko Rohani OBOR, Pewarta Iman, Katekese, Katolik, Iman Katolik, Paus Fransiskus, ensiklik Laudato Si, renungan harian, Bacaan, Mazmur Tanggapan, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama, pewartaan, Umat Katolik, Hari Minggu Biasa XXXII, Penyejuk Hati, sabda Allah, Oase Katolik, Renungan Pagi, Sabda Tuhan, Mirifica News, Renungan MIrifica, Renungan Komsos KWI, Renungan Mirifica, Bacaan Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik Sabtu 14 November 2025, Paus Leo IV
Ilustrasi

Hari Biasa, Pekan Biasa XXI
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I: 1 Tesalonika 4:9-11

Kalian belajar kasih mengasihi dari Allah.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:

Saudara-saudara, tentang kasih persaudaraan, kiranya tidak perlu aku menulis kepadamu. Sebab kalian sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kalian amalkan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kalian, saudara-saudara, agar kalian lebih sungguh-sungguh lagi mengamalkannya. Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, sebagaimana telah kami pesankan kepada kalian.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:1.7-8.9R:9

Tuhan akan datang menghakimi para bangsa dengan adil.

  • Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
  • Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan Tuhan.
  • Sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Bait Pengantar Injil: Yoh. 13:34

Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kalian saling menaruh cinta kasih, sebagaimana Aku telah menaruh cinta kasih kepadamu.

Bacaan Injil: Matius 25:14-30

Hendaknya kalian selalu siap siaga

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Kerajaan Surga seumpama seseorang yang mau bepergian. Ia memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Namun, hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu, pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Kata tuannya itu kepadanya: Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil; aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu. Sesudah itu, datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Kata tuannya itu kepadanya: Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu. Datanglah juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah orang yang kejam yang menuai di tempat Tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat Tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah. Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka tuannya menjawab, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur, dan memungut di tempat aku tidak menanam. Seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerima uang itu serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya, dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak punya, apa pun yang ada padanya akan diambil. Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan ada ratap dan kertak gigi’.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Yesus menceritakan perumpamaan tentang talenta ini untuk menjelaskan bagaimana Allah berurusan dengan kita, umat-Nya. Perumpamaan ini pertama-tama berbicara tentang kepercayaan majikan kepada hamba-hambanya. Mereka dipercayakan sejumlah uang untuk digunakan sesuai keinginan mereka. Ini merupakan ujian untuk melihat apakah mereka rajin dan dapat diandalkan dalam mengelola uang atau tidak. Sang majikan memberikan penghargaan kepada mereka yang rajin dan setia serta menghukum mereka yang tidak melakukan apa pun dengan uang yang dipercayakan kepada mereka.

Perumpamaan ini berpesan soal tanggung jawab. Tuhan memercayakan karunia dan anugerah kepada kita. Ia memberi kita kebebasan untuk menggunakannya atau tidak. Namun, Allah membenci sikap tidak bertanggung jawab dan tidak peduli terhadap kepercayaan yang Dia berikan. Akhirnya, kita akan dihakimi sesuai dengan perbuatan kita. Kesetiaan akan memperoleh kepercayaan lebih banyak lagi. Sebaliknya, melalaikan tanggung jawab dan tidak peduli akan tugas yang diberikan hanya akan membuat kita kehilangan banyak hal. Apakah kita sudah sungguh-sungguh berusaha untuk mengembangkan karunia, talenta, dan anugerah yang telah Allah berikan kepada kita?

Tuhan, tolonglah kami agar kami dapat bertanggung jawab dalam menggunakan karunia, talenta, waktu, dan sumber daya yang Engkau berikan kepada kami, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR