Hari Minggu, Pekan Biasa XXVII
B. Eugenius Bossilkoff
Sta. Anna Maria Gallo
B. Albertus Marvalli
B. Raymundus dari Kapua
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Habakuk 1:2-3;2:2-4
Orang benar akan hidup berkat imannya.
Bacaan dari Nubuat Habakuk:
Tuhan, berapa lama lagi aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu ‘Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku menyaksikan kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi di sekitarku.
Lalu Tuhan menjawab aku, demikian, “Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bilamana pemenuhannya tertunda, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 95:1-2.6-7.8-9; R:8
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.
- Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
- Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.
- Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, Janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
Bacaan II: 2 Timotius 1:6-8.13-14
Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita.
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius:
Saudaraku terkasih, aku memperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu berkat penumpangan tanganku. Sebab Allah memberikan kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Tuhan. Tetapi berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil-Nya!
Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat, dan lakukanlah itu dalam iman serta kasih dalam Kristus Yesus. Berkat Roh Kudus yang diam di dalam kita, peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil: 1 Petrus 1:25
Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya; Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Bacaan Injil: Lukas 17:5-10
Sekiranya kamu mempunyai iman!
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyampaikan beberapa nasihat, para rasul berkata kepada-Nya, “Tuhan, tambahkanlah iman kami!” Tetapi Tuhan menjawab, “Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut’ dan pohon itu akan menuruti perintahmu.
Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, ‘Mari segera makan’? Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum; dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’? Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata, ‘Kami ini hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Menjadi utusan khusus merupakan tugas yang tidak mudah. Ia menyampaikan pesan dari siapa yang menugaskannya. Untuk itu, ia perlu membangun relasi yang dekat dengan pemberi tugas dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan untuk perutusan.
“Tuhan, tambahkanlah iman kami.” Demikian permohonan para rasul kepada Yesus. Iman atau kepercayaan merupakan anugerah Tuhan kepada mereka yang membuka hati kepada pewartaan-Nya. Iman menunjukkan kedekatan hubungan para rasul dengan Yesus yang mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah.
Yesus menjawab permintaan para rasul dengan mengatakan, “Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut dan pohon itu akan menuruti perintahmu.” Tuhan menegaskan betapa mereka harus memelihara dan menumbuhkembangkan iman yang Dia anugerahkan kepada mereka. Karena dengan iman itulah para rasul akan mampu menjalankan tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah ke berbagai penjuru dunia. Bahkan, ketika menghadapi situasi atau keadaan sulit sekali pun, iman mendorong mereka untuk yakin akan kuasa Tuhan yang berkarya. Bagaimana dengan kita?
Allah Yang Maha Baik, tambahkanlah iman kami dan mampukanlah kami menjadi pribadi yang layak menjadi pewarta kerajaan-Mu dalam dunia dewasa ini, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

