Hari Rabu, Pekan Biasa XXX
St. Gaetano Errico
B. Michaelis Rua
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Roma 8:26-30
Bagi mereka yang mengasihi Tuhan segala sesuatu mendatangkan kebaikan.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:
Saudara-saudara, Roh membantu kita dalam kelemahan kita. Sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa. Tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelami hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih Allah sejak semula, mereka itu juga ditentukan sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan Allah dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 13:4-5.6; R:6a
Aku percaya akan kasih setia-Mu, ya Tuhan.
- Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, supaya musuhku jangan berkata, “Aku telah mengalahkan dia,” dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah.
- Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Bait Pengantar Injil: 2 Tesalonika 2:14
Allah telah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Bacaan Injil: Lukas 13:22-30
Mereka datang dari timur dan barat, dan akan duduk makan di dalam kerajaan Allah.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka bertanyalah orang kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ‘banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kalian akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata, ‘Tuan, bukakan pintu bagi kami.’ Tetapi dia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang.’ Maka kalian akan berkata, ‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.’
Tetapi ia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kalian datang. Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kalian semua yang melakukan kejahatan!’ Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kalian melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah, tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Ingatlah, ada orang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada orang terdahulu yang akan menjadi yang terakhir.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Ketika diberikan kesempatan untuk memilih jalan, orang tentu menyukai yang lebih lebar daripada yang sempit. Akan tetapi, jalan menuju Kerajaan Surga itu tidak ada pilihan, selain melalui jalan sempit yang membutuhkan usaha dan perjuangan. Tuhan Yesus mengatakan, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu.”
Tidak hanya sempit, persoalan berikut adalah apakah pintunya masih terbuka atau sudah tertutup. Kapan saja tuan rumah bisa menutup pintu, sementara orang banyak berjuang untuk masuk. Hal ini menggambarkan waktu yang terbatas; dan pada saat tertentu, waktu itu akan berakhir. Tuhan Yesus hendak mengingatkan kita tentang akhir zaman yang tidak kita ketahui kapan akan tiba. Karena itu, kita diharapkan untuk menyiapkan diri bagi kedatangan Tuhan dalam kemuliaan-Nya dengan iman yang tidak goyah dan semangat kasih yang senantiasa berkobar, terus menyala, tidak padam.
Allah Yang Maha Baik, bantulah kami untuk melewati jalan sempit menuju keselamatan kekal, sebagaimana diajarkan Yesus Kristus, Putra-Mu. Perkenankanlah kami boleh bergabung dalam Perjamuan Surgawi bersama para kudus-Mu, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin 2025, Penerbit OBOR
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

