Komsos KWI, Gereja Katolik Indonesia, Hari Arwah, Komsos KWI, KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, Para Uskup, Orang Kudus, Pengenangan arwah orang beriman, 2 November, tahun Liturgi
Ilustrasi

Damai Sejahtera dalam nama Yesus,

Berkenaan dengan Perayaan Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman yang jatuh pada hari Minggu, 02 November 2025, maka kami menyampaikan beberapa hal berikut:

  1. Dalam Missale Romanum 2008 ditulis bahwa jika tanggal 2 November jatuh pada hari Minggu, maka Misa dirayakan untuk “Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman”.
  2. Dalam Norma-Norma Universal Tentang Tahun Liturgi dan Kalender [Romawi] (Normæ universales de anno liturgico et de Calendario), terutama pada Tabel Hari Liturgi yang Disusun Menurut Urutan Prioritas (Tabula dierum liturgicorum secundum ordinem præcedentiæ disposita), dijelaskan bahwa hari “Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman, berada pada Tingkat I, nomor 3. Sementara itu, “Hari Minggu Masa Biasa” termasuk pada Tingkat II, nomor 6.
  3. Dalam Ordo Missae Caelebrandae et Divini Officii Persolvendi Secundum Calendarium Romanum Pro Anno Liturgico 2025-2026, dikatakan bahwa Misa hari tersebut menggunakan Prefasi Arwah, Bacaan-bacaan dipilih dari bacaan yang diusulkan dalam Leksionarium untuk Arwah. Semua Misa selain untuk Arwah, dilarang (bdk. PUMR 372, 274). Ibadat Harian untuk Arwah.
  4. Dalam Ordo Exsequiarum Editio Typica 1969, no. 42, ditulis bahwa sesudah homili, diucapkan doa universal atau doa umat.

Dari keempat rujukan di atas, maka disampaikan bahwa untuk Hari Minggu, 02 November 2025, sebagaimana yang telah dicantumkan dalam Penanggalan Liturgi, Gereja Merayakan Liturgi Pengenangan bagi Arwah Semua Umat Beriman. Seluruh antifon, doa, dan nyanyian sebagaimana yang terdapat dalam Missale Romanum 2008, hal 859-862, mengabdi pada liturgi untuk arwah. Dalam perayaan ini, busana liturgi imam berwarna Ungu, Gloria tidak diucapkan/dinyanyikan, Bacaan diambil dari Leksionarium untuk Arwah, sesudah homili diucapkan doa universal atau doa umat, Prefasi Arwah, Berkat Penutup dapat menggunakan Rumus Sollemnitas untuk Arwah (Missale Romanum, hal. 615, TPE untuk Imam, hal. 269), dan dekorasi sederhana seturut jiwa perayaan tersebut. Penanggalan Liturgi menggunakan rumusan “Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman” untuk membedakannya dari tingkatan perayaan dalam liturgi: hari raya (sollemnitas), pesta (festum), dan peringatan (memoria). Jadi, tanggal 2 November bukanlah peringatan, tetapi Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman, yang  meskipun terjadi bersamaan dengan hari Minggu, dalam tabel hari-hari liturgi sebagaimana disebutkan di atas, ditempatkan pada tingkat pertama, urutan ketiga setara dengan Hari Raya Tuhan, Santa Perawan Maria, dan para Kudus yang tercatat dalam penanggalan liturgi. Sejak Konsili Vatikan II, dengan berlakunya Missale Romanum Paus Paulus VI, perayaan ini tidak dapat ditunda sehari sesudahnya, sebagaimana dalam Missa Tridentinae, karena kesatuan simboliknya yang mengungkapkan misteri kesatuan Gereja dengan perayaan sollemnitas sebelumnya yakni Hari Raya Semua Orang Kudus. Melalui kedua perayaan ini, umat beriman sebagai Gereja Peziarah bersatu dengan Gereja Jaya pada Hari Raya Semua Orang Kudus, mendoakan Gereja di Api Penyucian. Jadi misteri yang ditampakkan melalui Perayaan Ekaristi dari kedua perayaan yang berurutan ini adalah kesatuan antara Gereja Peziarah, Gereja Jaya, dan Gereja di Api Penyucian. Misteri kesatuan Gereja ini juga diungkapkan dalam rubrik penanggalan liturgi untuk Hari Raya Semua Orang Kudus 01 November yang mengatakan bahwa pada hari-hari dari 1-8 November, bagi Umat Kristiani yang dengan tekun mengunjungi makam dan berdoa dengan khidmat bagi arwah, mendapatkan indulgensi penuh. Indulgensi tersebut hanya berlaku bagi arwah. Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan kepada Rekan-Rekan Komisi Liturgi Keuskupan berkaitan dengan pertanyaan seputar perayaan Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman tahun ini yang jatuh pada hari Minggu, 02 November 2025. Terima kasih untuk pengertian dan kerjasamanya. Salam Kasih Persaudaraan.

Jakarta, 28 November 2025
Sekretaris Komisi Liturgi KWI,
RD. Fransiskus Yance Sengga